Showing posts with label Berita Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Berita Indonesia. Show all posts

Daftar Skuad Pra Olimpiade 2011 Timnas Indonesia


Daftar Lengkap Skuad Pra Olimpiade 2011:
1. Kurnia Mega (Arema Indonesia)
2. Arditani Ardiyasa (Persija Jakarta)
3. Muhamad Ridwan (Persita Tangerang)
4. Abdul Hamid Mony (Persiba Balikpapan)
5. Safri Umi (Persiraja Banda Aceh)
6. Diaz Angga Putra (Persib Bandung)
7. Ahmad Farizi (Arema Indonesia)
8. Gunawan Dwi Cahyo (Sriwijaya FC)
9. Rahmat Latif (Sriwijaya FC)
10. Fachrudin (PSS Sleman)
11. Septia Hadi (PSPS Pekanbaru)
12. Okto Maniani (Sriwijaya FC)
13. Dendi Santoso (Arema Indonesia)
14. Egi Melgiansyah (Pelita Jaya)
15. Hendro Siswanto (Persela Lamongan)
16. Ramdani Lestaluhu (Persija Jakarta)
17. Nasution Karubaba (Perseman Manokwari)
18. Engelberth Sani (Pelita Jaya)
19. Johan Yoga (Persib Bandung)
20. Rishadi Fauzi (Persita Tangerang)
21. Aris Alfiansyah (Persela Lamongan)
22. Titus Bonai (Persipura Jayapura)
23. Risky Novriansyah (Persijap Jepara)
24. David Lali (Persipura Jayapura)
25. Yongki Aribowo (Arema Indonesia)
26. Ruben Wuarbanaran (dalam proses WNI & paspor Indonesia) 



SEMOGA INDONESIA MAMPU JUARA DAN MEMBUKTIKAN BAHWA KITA BISA DAN MAMPU MENJADI YANG TERBAIK. GOGOGO GARUDA MUDA

Keindahan Raja Ampat










































SUMBER : http://www.google.co.id/images?hl=id&client=firefox-a&hs=9go&rls=org.mozilla:id:official&q=raja%20ampat&um=1&ie=UTF-8&source=og&sa=N&tab=wi&biw=1024&bih=604

Fantasitis Gan Harta Bahasyim Rp 885 Miliar

Sementara penanganan kasus Gayus Halomoan Tambunan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan belum selesai, kini Direktorat Jenderal Pajak kembali disorot setelah kasus terdakwa Bahasyim Assifie, mantan pejabat tinggi di Ditjen Pajak, mulai bergulir ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Tak tanggung-tanggung, jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Bahasyim melakukan tindak pidana pencucian uang dengan total nilai Rp 885.147.034.806. Dakwaan itu dibacakan saat sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (30/9/2010).
Fachrizal, salah satu JPU, mengatakan, Bahasyim sebelum tahun 2002 sudah memiliki uang sebesar Rp 30 miliar. Uang itu diakui Bahasyim dimiliki dari hasil usaha jual-beli tanah dan mobil, valas, cuci cetak foto, penyertaan modal pada suatu perusahaan, dan usaha lain. Sejak tahun 2003, Bahasyim sudah tercatat sebagai nasabah prioritas BNI dengan dana Rp 1 miliar.
Dari dana itu, kata JPU, Bahasyim membuka rekening Taplus Bisnis Perorangan di BNI atas nama istrinya, Sri Purwanti, dengan saldo awal Rp 633.063.416 pada Oktober 2004. Lalu, berdasarkan rekening koran sejak 2004 hingga 2010, terdapat transaksi masuk ke rekening itu sebanyak 304 kali dengan total sekitar Rp 885,1 miliar.
JPU mengatakan, di antara 304 transaksi masuk itu, terdapat 15 transaksi yang dilakukan oleh Bahasyim dengan total Rp 4.175.750.000. Uang itu disetorkan antara November 2004 dan Januari 2006 oleh Yanti Purnamasari, Customer Relationship Manager BNI.
Menurut JPU, uang itu diduga hasil tindak pidana selama Bahasyim berkerja sebagai Kepala Kantor Pemeriksa dan Penyidikan Pajak Jakarta VII, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Koja, dan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Palmerah. Terakhir, dia menjabat Inspektur Bidang Kinerja Kelembagaan, Bappenas, hingga 30 Maret 2010.
"Karena dalam kurun waktu antara tahun 2004 dan bulan Maret 2010, secara formil terdakwa tidak memiliki usaha yang dapat menghasilkan keuntungan dengan nilai yang relatif besar. Dengan pekerjaannya sebagai PNS, terdakwa diperkirakan hanya mempunyai penghasilan sekitar Rp 30 juta per bulan. Dengan demikian, uang yang ditempatkan terdakwa pada rekening itu patut diduga hasil kejahatan yang berkaitan dengan jabatannya," papar Fachrizal.


Sumber :  http://nasional.kompas.com/read/2010/09/30/18572023/Wow....Harta.Bahasyim.Rp.885.Miliar-8

Inilah Kronologis Asli Bentrokan Ampera

Bentrokan dua kubu sebelum persidangan kasus Blowfish di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pecah, Rabu (29/9/2010). Mereka adalah kubu pendukung tedakwa Bernandus Maela dan kubu yang berseteru dengannya.
Tiga korban dinyatakan tewas dan sejumlah korban lain mengalami luka serius akibat bacokan. Tiga polisi pun juga terluka terkena sabetan golok. Bahkan, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Gatot Edy terserempet peluru di kakinya.

Berikut adalah kronologi awal kasus Blowfish hingga masuk ke proses persidangan dan detik-detik terjadinya tragedi kerusuhan antarpendukung pada siang tadi.

4 April 2010 Perkelahian antara dua kelompok suku yaitu Ambon dan Flores meledak di Blowfish, klub kongkow elite di Jakarta yang bertempat di Plaza City sekitar pukul 01.00 WIB. Perkelahian bermula saat seorang pemuda 17 tahun berusaha menerabas masuk klub. Saat bodyguard melarang masuk, ia memaksa dan akhirnya dipukuli oleh petugas satpam yang terlebih dahulu dipukulinya. Laki-laki itu mengaku anak pejabat, dan janji akan membalas.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar kala itu mengatakan, peristiwa itu berlatar belakang kekesalan petugas keamanan yang sebelumnya dipukul pengunjung karena tak tersedianya meja. Dalam bentrokan itu, M Soleh meninggal disusul oleh temannya, Yopi Inggratubun, yang meninggal dua minggu kemudian setelah dirawat di RS Medistra.

22 September 2010 Persidangan insiden Blowfish digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk kali perdana. Terdakwa kasus Blowfish, Bernadus Melala dan Kanor Lolo, didudukkan di kursi terdakwa. Namun, mereka lalu diamuk dan dipukuli pengunjung sidang dari kelompok berbeda yang bertikai saat hendak dibawa keluar dari ruang tahanan pengadilan menuju ruang sidang. Polisi sempat beberapa kali melepaskan tembakan peringatan, tetapi tetap tak mampu menghadang bentrok antara dua kubu.

29 September 2010
Agenda persidangan lanjutan kasus Blowfish. Agenda ini bertepatan juga dengan agenda persidangan perdana mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji dalam dua perkara suap dan korupsi masing-masing menerima suap dalam penanganan kasus Arowana dan perkara korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat tahun 2008.

Pukul 09.00 Sebanyak dua SSK polisi Samapta dan Antihuru-hara disiapkan oleh kepolisian lengkap dengan tameng dan helm pelindungnya guna mengamankan dan mengantisipasi terjadinya kembali aksi kerusuhan pengunjung sidang Blowfish. Pengunjung sidang Blowfish dan Susno sudah mulai terlihat mendatangi Pengadilan Negeri.

Pukul 10.30 Susno tiba di Pengadilan dengan pengawalan ketat. Kericuhan terjadi kala pemburu berita mencoba mengabadikan kedatangan dan sidang perdana mantan Kapolda Jawa Barat itu. Satu kaca nako ruang pos bantuan hukum Ikadin di pengadilan pecah karena kericuhan.

Pukul 11.00 Susno dihadapkan ke persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan. Ruang sidang utama dipenuhi pengunjung, keluarga Susno, dan awak media. Di sisi lain, pengunjung sidang Blowfish berkeliaran mulai memenuhi lokasi persidangan.

Pukul 12.00 Susno selesai melalui persidangan perdananya. Kericuhan kembali terjadi saat pemburu media berlomba mengabadikan dirinya dan memintai tanggapannya seputar dakwaan jaksa. Ibunda Susno, Mardiyah, dan keluarga besar Susno pun turut terseret desak-desakan dan aksi dorong yang mewarnai kericuhan.

Pukul 13.00 Aksi kerusuhan mulai pecah di antara kedua kubu "Blowfish" di luar area pengadilan, tepatnya di Jl Ampera Raya, di depan PN Jakarta Selatan. Kericuhan diduga bermula dari isu di antara kedua kelompok. Beredar kabar, salah satu kelompok mendatangi pengadilan dengan menumpang Kopaja jurusan Tanah Abang-Blok M guna melakukan aksi penyerangan lanjutan terhadap salah satu kelompok sebagai imbas dari kerusuhan sidang sebelumnya.

Salah satu kelompok yang mendengar isu itu menghampiri kelompok satunya dan berusaha menghadang kelompok lawan mereka di sekitar Jl Ampera sebelum sampai di depan Pengadilan. Badan bus Kopaja 608 yang diisukan ditumpangi lawan mereka itu pun menjadi sasaran amuk. Kaca dan kursi hancur karena dipukul dengan kayu dan batu. Beberapa orang juga terlihat menggoyang-goyangkan bus tersebut, sedangkan sebagian lain berniat membakar bus dengan memantik korek. Bus yang terparkir di depan toko buah Total Fresh tersebut terus menjadi bulan-bulanan massa. Namun, rencana membakar bus tersebut kemudian dibatalkan karena sebagian orang berusaha menghalangi hal tersebut.
Aksi saling pukul dan lempar batu pun mulai terjadi di antara kedua kubu. Suasana mencekam. Warga dan pengguna jalan yang melintas dengan kendaraan ketakutan. Lalu lintas yang sebelumnya sudah macet menjadi tambah macet. Tembakan peringatan dan tembakan lainnya mulai terdengar bersahut-sahutan. Parang dan pedang tergenggam saling terayun dari masing-masing anggota kelompok ke arah masing-masing anggota kelompok lawan. Di antara mereka juga diketahui membawa senjata api. Seorang lelaki tampak terkapar di tengah jalan. Darah berlinang di tubuhnya.

Pukul 14.00 Personel kepolisian Antihuru-hara tambahan dari Polres Jakarta Pusat datang. Disusul oleh kedatangan satu ambulans PMI Jakarta Selatan dan beberapa mobil polisi lainnya. Korban kerusuhan mulai dievakuasi satu demi satu setelah sebelumnya sempat terabaikan karena tidak ada petugas medis.

Pukul 14.50 Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Raffli Amar mendatangi lokasi. Kapolda Metro Jaya Irjen Timur Pradopo menyusul datang meninjau lokasi. Boy melansir, tiga orang menjadi korban tewas akibat bentrok dan lebih dari sepuluh orang luka-luka


Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2010/09/29/15500010/Inilah.Kronologi.Bentrok.di.PN.Jaksel

Gempa Menggoyang Maluku

Gempa lagi-lagi mengguncang wilayah Tanai Air. Kali ini gempa 6,5 skala richter (SR) mengguncang daerah Tual, Maluku.

Berdasarkan informasi yang detikcom himpun dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Minggu (26/9/2010), gempa terjadi pukul 19.12 WIB.

Lokasi gempa berada di 5.34 lintang selatan dan 133,95 bujur timur atau 138 kilometer timur laut Tual, Maluku.

Gempa berada di kedalaman 59 kilometer di bawah laut.

Belum ada informasi adanya korban jiwa atau kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Sumber : Detik.com

Inilah Daftar DPO Teroris POLRI


Kapolri Akan Libatkan Pasukan Khusus TNI

JAKARTA - Polisi rupanya tak boleh meremehkan kekuatan jaringan teroris di Indonesia. Meski para tokoh kunci seperti Noordin M. Top, Dulmatin, dan Dr Azhari sudah tewas ditembak, sel-sel teroris di negeri ini masih berbahaya. Bahkan, dari pengakuan para tersangka yang ditangkap di Medan, kelompok tersebut sudah bersiap mendatangkan bala bantuan dari luar negeri.

Mereka akan mengundang para gerilyawan mujahidin Iraq dan Afghanistan yang terlatih berperang kota untuk ''berjihad'' di Indonesia. ''Mereka sudah melakukan kontak (dengan pihak asing). Itu pengakuan mereka. Strategi yang digunakan persis di wilayah-wilayah Iraq, Afghanistan, dan Pakistan. Yakni, gerilya di perkotaan,'' ujar Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) di Ruang Rupatama Mabes Polri Jakarta kemarin (24/9).

BHD yang kemarin mengenakan seragam lengkap itu didampingi Kabareskrim Komjen Ito Sumardi yang berbaju batik. Kelompok perampok Bank CIMB Niaga Medan dan penyerang Polsek Hamparan Perak juga sudah berkomunikasi dengan jaringan di luar Sumatera. ''Serangan (ke polsek) itu merupakan kode, isyarat untuk asykari (kelompok militer) mereka di daerah lain,'' jelas alumnus Akpol 1974 tersebut.

Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, jaringan itu mempunyai dukungan dana dan hubungan dengan organisasi serupa di luar negeri. ''Caranya sama, yakni menciptakan chaos sehingga ada delegitimasi pemerintahan. Wibawa negara jatuh dan mereka mengambil alih,'' katanya.

Tersangka teroris ditangkap di Medan dan ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua:

1. Jumirin alias Sobirin alias Abu Azam
2. Khairul Gazali alias Abu Yasin
3. Anton Sujarwo alias Supriyadi
4. Kasman Hadiyaono
5. Agus Sunyoto alias Gaplek
6. Bagas alias Deri
7. Nibras alias Arab alias Amir
8. Suraji alias Agus Iwan
9. Fero Risky Adrian alias Eki
10.Dicky Ilvan Alidin
11.Jaja Miharja alias Syafrizal

Tersangka teroris meninggal dunia dan masih di RS Polri, Jakarta Timur:

1. Dani alias Ajo
2. Yuki Wantoro alias Rozak
3. Ridwan alias Iwan

Tersangka teroris luka dirawat di RS Polri, Jakarta Timur:

1. Marwan alias Waknong alias Wak Geng
2. Suryo Saputro alias Umar alias Siam
3. Beben Khairul Rizal alias Abah alias Abu Jihad alias Ijal.

Tersangka teroris ditangkap di Lampung:

1. Hendri Susanto
2. Heri Kuswanto alias Ari
3. Wahono alias Bawor
4. Abdul Haris Munandar alias Aris


Saat ini, polisi terus mengejar salah seorang warga asing berkebangsaan Prancis bernama Frederic Jean Salvi. Dia diduga menjadi penghubung untuk mendatangkan para gerilyawan asing dari Iraq dan Afghanistan. Frederic yang akrab disapa Ali itu juga memberikan sebuah mobil Mitsubishi Gallant yang akan digunakan untuk melakukan serangan pengeboman di Cibiru, Bandung.

Sebelumnya, seorang warga Arab Saudi bernama Ali Abdullah juga disangka membantu teroris Syaifuddin Zuhri (tewas) dalam pengeboman JW Marriott dan Ritz-Carlton. Namun, di pengadilan, dia hanya divonis pelanggaran imigrasi.

Menurut BHD, jalur-jalur senjata dan amunisi teroris juga dimungkinkan berasal dari luar negeri. Misalnya, Moro di Filipina Selatan atau perbatasan darat Indonesia-Malaysia. Saat ini, anggota Densus 88 juga ditugaskan untuk melacak orang sekaligus jalur senjata tersebut di luar negeri. ''Anak-anak bekerja tanpa istirahat, tak pernah berhenti,'' ungkapnya.

BHD memastikan bahwa seluruh komando jaringan tersebut sekarang dipegang Abu Tholut, mantan ketua mantiki III (wilayah) Jamaah Islamiyah. Alumnus kamp Afghanistan itu menguasai teknik perang gerilya kota atau urban guerilla warfare. ''Dia itu sangat-sangat berbahaya,'' tegasnya sembari meminta Kadivhumas Irjen Iskandar Hasan menunjukkan foto Tholut kepada wartawan.

Polri menyatakan siap bekerja sama dengan TNI untuk memerangi kelompok tersebut. ''Dalam striking force (pasukan penyerang) nanti, kami libatkan Denjaka, Denbravo, dan Gultor dari Kopassus,'' katanya. Denjaka adalah pasukan khusus TNI-AL, Denbravo (pasukan khusus TNI-AU), dan Gultor (pasukan khusus dari Kopassus TNI-AD).

Pernyataan BHD soal kerja sama itu merupakan ucapan resmi pertama soal keterlibatan TNI dalam penanggulangan teror. Selama ini, sejak terorisme marak pada 2000, TNI selalu duduk manis. Mereka tak pernah sekalipun dilibatkan, apalagi saat penyerangan.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos, beberapa jam setelah ada pernyataan Kapolri soal keinginan melibatkan TNI, Komandan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI Mayjen Geerhan Lantara sudah berada di Medan, Sumatera Utara.

BHD juga menjelaskan, kelompok teroris terlatih itu memang punya agenda melakukan assassination (pembunuhan) secara mendadak dan menunggu kelengahan aparat. ''Sasarannya adalah pos-pos TNI dan polisi yang sepi dan jauh dari permukiman,'' katanya.

Mereka mempunyai doktrin yang menghalalkan darah para polisi karena dianggap thaghut (lawan) yang sah untuk diperangi. ''Perampokan bagi mereka juga halal sebagai cara mencari dana,'' ujarnya.

Kelompok tersebut juga merekrut para pemuda dan preman serta mantan-mantan bandit di penjara. Tujuannya, selepas dari penjara, mereka mau bergabung. ''Sebagian pelaku di Medan adalah residivis kasus pidana umum,'' jelasnya.

Kapolri meminta masyarakat menghargai kinerja Densus 88. Dia membantah anak buahnya melanggar hak asasi manusia (HAM). ''Kejahatan terorisme berbeda dari tindak pidana umum. Jika diperlakukan sama, misalnya mengajak RT setempat (sebelum menangkap), bisa-bisa sudah habis (polisi) diserang duluan,'' tegasnya.

Sejak 2000, sebanyak 563 teroris telah diajukan ke pengadilan, 44 tewas ditembak, dan 10 orang bunuh diri. Menurut BHD, saat ini sedang berlangsung sidang 66 teroris yang dibagi dalam 33 berkas perkara terorisme. Para terdakwa itu merupakan hasil penggerebekan oleh Densus 88 Antiteror di Aceh.

Di antara 563 teroris yang diadili, lanjut Kapolri yang sebentar lagi pensiun itu, 471 terdakwa telah dijebloskan ke penjara. Namun, 245 di antaranya sudah bebas. ''Yang sudah bebas itu menjadi warning kita semua. Sebab, yang militan akan kembali bergabung dengan kelompok mereka,'' katanya.

Di tempat terpisah, pengamat terorisme Noor Huda Ismail menilai, langkah Polri menggandeng TNI bisa membuat blunder karena dianggap sebagai tantangan bagi kelompok itu. ''Istilahnya, lu jual gua beli,'' ujar alumnus St Andrew University Skotlandia itu.

Dia menjelaskan, sebenarnya pola serangan menembak polisi dan merampok dilakukan kelompok teroris itu sejak lama. Misalnya, pada 2005, sempalan anggota Kompak di bawah komando Asep Djaja menyerang pos Brimob di Loki, Seram. Dalam wawancara, Asep menjelaskan bahwa aksi mereka didasari keinginan untuk qishos (membalas) aparat kepolisian yang, menurut dia, lebih berpihak kepada kelompok lawan mereka ketika konflik komunal di Ambon terjadi.

Lalu, 2002, jaringan Imam Samudra merampok toko emas di Serang untuk mendanai aksi bom Bali pertama. Pada tahun yang sama, Abu Tholut sudah berencana merampok mobil pemerintah daerah Poso yang membawa uang. Namun, rencana itu ditolak salah seorang anggota senior kelompok Tholut. Juli 2003, Tholut ditangkap dan rencana perampokan diteruskan oleh anak buahnya. ''Ini sebenarnya hanya mengulangi pola lama,'' katanya.

Di bagian lain, untuk mencegah penyakit kambuhan narapidana teroris, dalam waktu dekat Kemenkum HAM menyiapkan pembinaan khusus bagi terpidana kasus kejahatan tersebut. ''Saya kira, untuk teroris, perlu kita pikirkan dengan cara tersendiri. Itu yang sedang saya pikirkan karena saya juga baru tahu Abu Tholut. Tampaknya, terapi kita memang belum mantap,'' papar Menkum HAM Patrialis Akbar di kantornya kemarin.

Dia menuturkan, selama ini pihaknya melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) sudah memberikan pembinaan yang cukup kepada para narapidana terorisme. Para napi tersebut telah diberi pemahaman kewarganegaraan agar konsep agama yang terdistorsi bisa diluruskan. ''Katakan dia seorang muslim. Perintah di Alquran kan jelas, tidak boleh bunuh orang,'' ujarnya.

Sumber : Okezone

Beton SLG (Simpang Lima Gumul) Di Bongkar


KPK-Polda Bongkar Beton SLG
Uji Kekuatan untuk Taksir Kerugian Negara

KEDIRI- Tim Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Jatim dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin, langsung bekerja. Dibantu oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum (PU), mereka melakukan hammer test pada beton monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Tes tersebut dimaksudkan untuk mengetahui kekuatan struktur beton bangunan tersebut.

Tiba di lokasi sekitar pukul 09.30, tenaga ahli yang didatangkan dari Puslitbang Permukiman Kementerian PU terlebih dulu memetakan lokasi yang hendak diuji. Termasuk, mempelajari denah monumen SLG. Baru, sekitar pukul 11.00, mereka mulai mengebor struktur beton di lokasi yang telah ditentukan.

Yang menjadi sasaran pertama adalah struktur beton di ruang koperasi SLG, lantai 1. Mereka mengambil sampel dengan mengecek bagian atas dan bawah. Plafon yang menjadi penutup beton bagian atas dibuka. Setelah itu, lebarnya diukur sebelum melakukan hammer test alias uji tekan beton.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kediri Dwi Hari Winarno yang mendampingi tim polda dan KPK di SLG, hammer test berfungsi untuk mengetahui kekuatan tekanan beton.

Tak hanya mengecek beton di bagian atas, tim Puslitbang Permukiman Kemenkeu juga mengecek beton bagian bawah. Plester yang membungkus beton dikuliti sampai bersih. Kemudian, baru dilakukan hammer test.

Dwi mengatakan, hammer test akan dilakukan di beberapa blok yang telah ditentukan. Rencananya, seluruh bagian bangunan monumen SLG akan diambil sampel betonnya. "Kira-kira masih butuh waktu tiga hari lagi," katanya kepada Radar Kediri didampingi Kabag Humas Pemkab Eko Setiyono.

Sementara itu, Kanit Tipikor Polda Jatim Kompol Suminto yang kemarin mendampingi proses pengecekan beton enggan berkomentar panjang. Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk kepentingan proses penyidikan yang sampai sekarang masih terus berlangsung.

Apakah pengecekan itu untuk memastikan kerugian negara yang timbul dalam kasus dugaan korupsi SLG? Suminto hanya menjawab dengan senyum. "Yang pasti, (hammer test, Red) ini masih dalam rangkaian penyidikan," katanya. Dia menuturkan, pengecekan yang dilakukan kemarin bersifat sangat teknis. Hasilnya akan disampaikan ke polda dan KPK.

Seperti diberitakan, tenaga ahli dari Puslitbang Permukiman Kementerian PU diminta KPK melakukan pengecekan beton untuk membantu Polda. Khususnya, untuk menghitung kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi SLG senilai Rp 48,9 miliar. Sejauh ini, Polda memperkirakan kerugian negara dalam kasus itu Rp 1,63 miliar.

Atas hal ini, Kepala Dinas PU Kabupaten Kediri Dwi Hari Winarno mengatakan, penghitungan nilai kerugian akibat pembesian beton justru tidak tepat. Sebab, jika dihitung ulang, justru tidak timbul kerugian. "Malah lebih murah Rp 0,41 miliar," komentarnya.

Sumber : Jawapos

Investasi Online terbaru dan tercepat

Bicara soal bisnis didunia maya memang tiada matinya. Banyak orang mengatakan cari duit di internet itu mustahil dan banyak juga yang mengatakan sangat mudah sekali, tapi kali ini saya akan mencoba memberikan informasi yang sangat penting bahwasanya sebenarnya mencari duit diinternet itu gampang sekali.. hehe..



Banyak sekali seseorang sukses dari berbisnis online di Internet dan tentu saja macam2 bisnis internet tersebut sangatlah banyak sekali silahkan anda mencoba satu-persatu mana yang akan anda pilih hihihi,.. saya mempunyai sedikit informasi tentang berbisnis di internet bisa di coba dan dibuktikan . langsung TKP bang... baca dlu tulisan dibawah ini.


yups kali ini coba2 kasih informasi yang penting bagi temen2. informasi yang tidak kalah penting dari tidur siang sampai pagi hehe.. yak iformasi tentang Investasi Online terbaru dan tercepat, memang secara kasat mata cari uang di internet itu sangat sulit tidak seperti minum segelas air putih..hhehe.. tapi temukan jawabannya hanya di http://globalcazz.com bisa anda buktikan sendiri bagaimana anda bisa mendapatkan tambahan penghasilan dengan cara yang cukup praktis dan mudah, dijamin puas buktikan sendiri ayo... sekian terima kasih... semoga bermanfaat..

NB: Tetapah berhati-hati dalam berbisnis di internet dalam bentuk apapun hehe.... salam Investasi Online terbaru dan tercepat






Angin Puting Beliung Datang Lagi

Angin Puting Beliung Datang Lagi sekarang menyerang daerah di Indonesia .Angin puting beliung memorakporandakan puluhan rumah di Desa Sei Rotan, Deli Serdang, Sumatra Utara. Hingga Jumat (23/7), puluhan warga di Kecamatan Percut Sei Tuan itu mengungsi karena rumah tak bisa ditempati lagi. Tak ada korban jiwa dalam musibah itu. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Selain merusak rumah, angin puting beliung juga menumbangkan sejumlah pohon dan mengenai kabel jaringan listrik. Akibatnya listrik padam.Semoga Tidak terjadi kembali Angin Puting Beliung. Mari Kita berdoa semua agar terhindar dari Balak. Salam Hangat dari djepok [ Liputan6 ]

Gempa Mengguncang SULUT

Gempa bumi berkekuatan 5 SR kembali menggoyang wilayah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (18/7/2010) pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jakarta menyebutkan, gempa yang terjadi sekitar Pukul 06:42 WIB itu berada di 4.04 Lintang Utara dan 126.96 Bujur Timur dengan episentrum berada di 143 kilometer timur laut Melonguane-Sulut.

"Gempa dengan kedalaman sepuluh kilometer ini tidak berpotensi tsunami," sebut BMKG.

Gempa yang berpusat sekitar 172 kilometer timur laut Tahuna (Sulut), 348 kilometer timur laut Bitung (Sulut), 365 kilometer barat laut Ternate (Maluku Utara) dan 2.507 kilometer timur laut Jakarta ini merupakan kejadian kedua dalam dua hari terakhir.

Pada 16 Juli lalu, Sulut juga digoyang gempa berkekuatan lima pada Skala Richter.
Sumber : Kompas

Din Syamsuddin Mendapat Perolehan Terbanyak

Pemilihan 13 anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berlangsung seru tadi malam. Din Syamsuddin, memimpin perolehan suara. Padahal saat sidang tanwir penetapan calon sementara, Din berada di rangking dua bersama Yunahar Ilyas. Posisi Din di atas itu, memberi peluang lebih besar untuk kembali menjadi ketua umum.
    
Hasil tersebut hingga pukul 23.40 saat koran ini naik cetak. Namun, sulit nama Din bisa  dikejar karena suara yang masuk sudah 90 persen lebih. Dalam pemilihan di Gedung A.R Fachruddin, Komplek Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu, posisi kedua di tempati oleh Muhammad Muqqodas. Ini juga mengejutkan, karena saat pemilihan calon sementara, Muqqodas berada di nomor 5,  berarti naik tiga strip. Malik Fadjar juga terkerek. Di daftar pemilihan sementara dia bertengger di urutan ke 8, namun tadi malam loncat ke nomor tiga.
    
Sementara Haidar Nashir yang menempati urutan teratas saat penyusunan calon sementara, melorot menjadi nomor lima. Nama lain yang merosot adalah Yunahar Ilyas, yang sebelumnya di nomor urut 2 menjadi urutan 6. Saudara Amin Rais, Dahlan Rais tetap bertahan di nomor empat.
    
Yang cukup mengejutkan, adalah ketua PWM Jatim Syafiq Mughni yang berada di nomor 9. Sebelumnya dia berada di nomor 20. Syafiq hampir pasti terpilih, karena yang masuk menjadi anggota PP Muhammadiyah sampai rangking 13. Sementara mantan Mendiknas Bambang Soedibyo berada di posisi kritis, menempati posisi 12, satu strip di atas batas calon terpilih.
   
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif menilai hasil tersebut cukup mengejutkan. Dia melihat warga Muhammadiyah di akar rumput mulai bersikap independen. Keinginan pengurus wilayah untuk memilih calon tertentu tidak sudah tak manjur.

 Pimpinan Perempuan

Gerakan mengakomodasikan perempuan dalam Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendatang menggelinding semakin kuat. Muncul desakan agar enam anggota tambahan PP berasal dari kaum hawa.  Mantan Rektor UIN Jakarta Azyumardi Azra yang berbicara dalam diskusi di Media Center Aisyiyah menilai Muhammadiyah memiliki SDM (sumber daya manusia) perempuan yang mumpuni. Karena itu, dia heran, di antara 39 calon tetap pimpinan Muhammadiyah, tak ada satu kursi pun untuk perempuan. "Sudah sepatutnya, di antara ketua-ketua dan sekretaris pimpinan pusat Muhammadiyah ada perempuan. Muhammadiyah sudah saatnya melakukan pengarusutamaan perempuan," kata Azyumardi di Jogja kemarin (5/7).
 
Tidak adanya calon perempuan memunculkan protes dari Nasyiatul Aisyiyah. Organisasi itu melayangkan nota keberatan. Setelah itu, muncul gagasan dari Ketum PP Muhammadiyah demisioner Din Syamsuddin agar anggota PP Muhammadiyah ditambah enam orang. Bila usul Din lolos, anggota PP Muhammadiyah menjadi 19 orang karena 13 orang terpilih lewat pemilihan muktamirin. Menurut Azyumardi, enam anggota tambahan seharusnya perempuan. "Dipilih saja, enam orang tersebut perempuan semua. Berarti yang 13 lelaki. Adil kan," katanya
 
Selama ini, lanjut Azyumardi, perempuan di jajaran elite Muhammadiyah hanya bisa masuk melalui pintu Aisyiyah. Mereka harus menjadi ketua umum PP Aisyiyah agar menjadi ex officio di jajaran pimpinan PP Muhammadiyah. "Salah satu kekuatan Islam di Indonesia terletak pada pemberdayaan perempuan. Sesuatu yang tak bisa dilakukan negara-negara lain," jelasnya.
 
Bahkan, imbuh guru besar sejarah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah itu, Indonesia kerap menjadi contoh pemberdayaan perempuan di ruang publik. Salah seorang tokoh muslim di Inggris datang langsung ke Indonesia untuk mengadopsi dan belajar tentang hal tersebut. "Di Inggris, selalu ada pemisahan terhadap perempuan muslim. Mereka tidak bisa terlibat aktivitas sosial," katanya.
 
Sementara itu, anggota Aisyiyah yang juga mantan Ketua Sekolah Pascasarjana Universitas Indonesia Chusnul Mar?iyah menegaskan, minderheit nota atau nota keberatan yang dikeluarkan Aisyiyah kepada PP Muhammadiyah pada Minggu (4/7) wajib dilakukan. Apalagi, alasan yang mendasari penandatanganan minderheit nota cukup kuat. "Tuntutan Aisyiyah itu harus ditanggapi serius," ujarnya saat hadir sebagai peninjau Muktamar Aisyiyah di Grha Wana Bhakti Yasa kemarin.
 
Chusnul menyebut Aisyiyah lebih dari sekelompok produk fashion yang genit. Perannya dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah selama satu abad tidak kecil. Apalagi, di antara keseluruhan anggota Muhammadiyah, anggota perempuan tidak sedikit. "Harus diakui, database keanggotaan Muhammadiyah dan Aisyiyah belum sempurna. Jumlah anggota perempuan belum terdata dengan baik. Tapi, saya yakin jumlahnya cukup besar. Bahkan, mungkin hampir separonya," jelasnya.
 
Mantan anggota KPU pusat itu menilai, daftar 39 anggota calon anggota tetap yang dikeluarkan PP Muhammadiyah jelas memarginalkan perempuan. Padahal, menghasilkan kepengurusan yang lebih egaliter secara gender sudah dicanangkan saat muktamar di Malang pada 2005. "Kalau sekarang masih tidak mau mengubah susunan calon yang ada, itu berarti pimpinan Muhammadiyah masih resistan terhadap peran aktif perempuan Muhammadiyah di kepengurusan inti," tuturnya.
 
Apabila alasan yang dipakai Muhammadiyah meniadakan perempuan di jajaran kepengurusan adalah alasan teknis seperti AD/ART yang belum memungkinkan, Chusnul menegaskan bahwa aturan bisa diubah. "Aturan yang tidak boleh diubah adalah Alquran," tandasnya.
 
Sebaliknya, langkah Muhammadiyah mereformasi aturan adalah bentuk ijtihad politik yang penting untuk menandai abad kedua. "Tantangan yang dihadapi Muhammadiyah saat ini berbeda dengan tantangan saat didirikan satu abad lalu. Harus ada langkah maju yang vital dalam internal organisasi," ungkapnya.
 
Apalagi, tantangan yang dihadapi abad baru Muhammadiyah terkait erat dengan persoalan perempuan. Perdagangan manusia, kekerasan dalam rumah tangga, pendidikan keluarga, dan kemiskinan adalah masalah yang bersinggungan langsung dengan perempuan.
 
Gagasan yang diberikan Chusnul adalah memberikan reserved seat quota atau sejumlah kursi kepada tokoh Aisyiyah. Bila hal itu dikhawatirkan mengurangi jumlah calon pengurus pusat pria, jumlahnya bisa ditambah menjadi lebih dari 13 pengurus pusat.
 
Ketua Pengurus Wilayah Aisyiyah (PWA) Jatim Esty Martiana Rachmi menilai organisasi yang lebih responsif gender sebagai kebutuhan yang tidak bisa dikesampingkan. "Susunan pengurus pusat Muhammadiyah adalah potret gerakan. Apakah akan kita biarkan potret gerakan yang tidak mewakili kepentingan sebagian anggotanya" ungkapnya.
 
Reformasi pemikiran dengan menyertakan perempuan dalam kepengurusan, lanjut dia, merupakan ciri gerakan pembaruan. "Kita tidak melupakan kodrat perempuan atau ingin mendominasi laki-laki. Kita tetap paham kodrat. Yang kita minta adalah dilibatkan dalam peran kebangsaan. Muhammadiyah memainkan peran bagi seluruh bangsa. Kalau perempuan dilibatkan, tentu akan lebih sempurna," paparnya

Kantor Majalah TEMPO di Serang Bom Molotov

Kantor Majalah Berita (MBM) Tempo Selasa (6/7) dinihari dilempar 3 buah bom molotov, oleh orang tak dikenal. "kejadiannay sekitar jam 2.45 dinihari. Dua pengendara motor berhenti di depan kantor, salah satunya dari balik pohon yang ada di depan kantor, melempar 3 buah molotov. Dua meledak dan satu tidak," kata Wahyu Muryadi ketika dihubungi Liputan6.com.

Menurut Wahyu tidak ada korban terluka atau kerusakan berarti pada kantor MBM Tempo."Saat kejadian, kebetulan kantor memang kosong karena kita baru saja terbit,dan biasanya tidak ada wartawan di kantor," ujarnya. "Kami telah melapor ke Polsek Matraman dan Polres Jakarta Pusat. Polisi telah membersihkan sisa ledakan,dan akan memeriksannya ke labfor. Saat ini beberapa anggota masih menjaga kantor kami," kata Wahyu.

Wahyu menolak berspekulasi siapa yang menyerang kantor MBM Tempo. "Bisa saja ini merupakan tindakan sengaja dari pihak yang ingin memancing di air keruh atas kasus kami dengan Polri," katanya.

Majalah Berita Mingguan Tempo tengah bermasalah dengan pihak Polri akibat laporan utama majalah ini yang mengupas seputar rekening gendut sejumlah perwira polisi. Pihak Polri sendiri kiji tengah mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum terhadap Tempo atas kasus ini.

Acara TV yang Merusak Generasi Muda

Acara TV yang Merusak Generasi Muda

Semua pernah berpikir ga kalo secara tidak langsung generasi muda kita sudah di racun sama televisi dengan acara-acara yang mereka tayangin.
Sebenernya ane disini ga protes dengan content atau isi dari tayangan tersebut.
Tapi WAKTUnya ... hehehe...
Dashyat- RCTI (09.00 wib)


Inbox- SCTV (07.00 WIB)


Dering- TransTV (09-00 WIB)


anda semua bayangin ga..  acara semua yang disiarkan secara langsung (LIVE)
nah yang nonton acara LIVE nya ntu .. banyak banget dan kebanyakan dari generasi muda.
Seharusnya jam 7 pagi atau jam 9 pagi ntu mereka harusnya ada di bangku sekolah, masuk kuliah.. kerja.. atau whateverlah pokoknya di isi dengan hal yang bermanfaat.
yang saya liat palah sebaliknya gan.. jam2 produktif mereka palah di isi dengan kegiatan foya-foya, seneng2, jingkrak2 di depan panggung... haduuuh mau di bawa kemana bangsa ini .........

Kasihan mereka gan.. dari muda tidak di didik untuk bekerja keras dan berusaha untuk hal yang lebih baik.. tapi di racun dengan hal2 yang sifatnya senang hanya untuk sesaat.. tanpa memikirkan masa depan

emang ga ada waktu lain pa yang lebih tepat buat acara LIVE kaya gtuan?

ayo gan selamatkan generasi muda kita..........!!!! semangat remaja..................!!!!