Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Arti Komunitas

Arti Komunitas adalah kelompok organisme (orang dsb) yg hidup dan saling berinteraksi di dl daerah tertentu; masyarakat; paguyuban;
-- desa Antr komunitas yg bersifat kedesa-desaan; -- hutan bakau komunitas yg hidup di hutan bakau di daerah pantai; -- kota Antr komunitas yg bersifat kekota-kotaan; -- sastra kelompok atau kumpulan orang yg meminati dan berkecimpung dl bidang sastra; masyarakat sastra

Arti Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak".

Istilah kata Arti Komunitas berasal dari bahasa latin communitas yang berasal dari kata dasar communis yang artinya masyarakat, publik atau banyak orang.

Wikipedia bahasa Indonesai menjelaskan Arti Komunitas sebagai sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme  yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa.

Soenarno (2002), Definisi Arti Komunitas adalah sebuah identifikasi dan interaksi sosial yang dibangun dengan berbagai dimensi kebutuhan fungsional.

Menurut Kertajaya Hermawan (2008), Arti Komunitas adalah sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya, dimana dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values.

Cara Agar Bisa Menjadi Jutawan

Miliarder memang identik dengan kepemilikan uang "segunung". Mereka bisa membelanjakan kekayaannya atau berfoya-foya sesuka hati. Bahkan, seolah-olah tak bakal habis meski sang miliarder sudah tutup usia.
Simak saja misalnya, Carlos Slim Helu, konglomerat di bidang telekomunikasi. Menurut majalah Forbes, ia memiliki kekayaan US$60,6 miliar. Dengan asumsi tidak ada perubahan kekayaan, ia bisa menghabiskan US$1.150 per menit hingga 100 tahun ke depan sebelum ia kehabisan uang.
Namun, Carlos memilih hidup berhemat. Dia, seperti beberapa contoh miliarder top dunia lainnya, juga tidak gemar berfoya-foya menghabiskan uangnya. Bahkan, beberapa sikap dan perilaku miliarder pun bisa dicontoh. Berikut beberapa contoh yang bisa ditiru:

1. Tetap tinggal di rumah sederhana
Seorang miliarder mampu tinggal di apartemen yang paling ekslusif lebih dari yang Anda bayangkan. Seperti Bill Gates yang memiliki luas rumah 66.000 kaki persegi, senilai US$147,5 juta di Medina-Washington.
Namun miliarder hemat seperti Warren Buffet memilih untuk tetap tinggal di rumah yang sederhana. Ia tinggal di rumah dengan lima kamar tidur di Omaha yang dibeli pada 1957 sebesar US$31.500.

2. Gunakan transportasi publik
Miliarder hemat seperti John Caudwell, David Cheriton dan Chuck Feeney memilih untuk jalan kaki, mengendarai sepeda, dan menggunakan transportasi publik untuk berkeliling kota.

Tentu saja orang kaya itu bisa menggunakan helikopter untuk pertemuan jamuan makan siang atau naik mobil Bentleys dengan dikemudikan sopir, namun mereka memilih sedikit berolahraga atau menggunakan angkutan umum. Ini menguntungkan untuk berhemat, sekaligus juga baik untuk lingkungan.
3. Membeli pakaian dari rak mal
Beberapa orang memakai pakaian dengan disainer ternama, namun beberapa miliarder hemat memutuskan menggunakan baju simpel, karena menurutnya baju yang mahal tidak sebanding dengan usaha mereka.

Anda dapat menemukan Cheriton, profesor Stanford, pendiri Google Sergey Brin dan Larry Page yang mengenakan jins dan T shirt.

Invard Kampard, pendiri perusahaan furnitur Ikea juga menghindari memakai jas, dan miliarder ponsel Caudwell membeli pakaiannya dari rak toko baju dibanding menghabiskan kekayaan dari perancang.

4. Gunakan salon biasa untuk memotong rambut.
Biaya rata-rata untuk memotong rambut sekitar US$45 di Amerika, namun orang kaya dapat menghabiskan US$800 untuk mengganti model rambut. Jika dikalikan setiap enam minggu selama satu tahun, maka akan menghabiskan US$7.200. Itu tidak termasuk dengan tip.

Para miliarder itu dapat mengganti model rambutnya dengan mode paling gaya dan tarif mahal di salon mewah. Tetapi, miliarder seperti Caudwell dan Cheriton memilih memotong rambut sendiri di rumah.

5. Mengendarai mobil biasa
Sementara itu, miliarder seperti Larry Ellison (pendiri dan CEO Oracle) gemar menghabiskan jutaan uang untuk mobil, kapal, dan pesawat tapi yang lain tetap rendah hati dengan menggunakan kendaraan pilihannya.
Jim Walton (keluarga Wal Mart) mengendarai truk pick up selama 15 tahun. Azin Preji, taipan India mengendarai Toyota Corolla. Sedangkan Kamprad dari Ikea, mengendarai mobil volvo selama 10 tahun.
Mereka berpendapat, daripada untuk membeli mobil, lebih baik memilih membeli tanah. Tidak perlu mengendari mobil yang berganti dalam seminggu.

6. Hindari membeli barang mewah
Mungkin ini mengejutkan bagi kita, namun orang terkaya di dunia, Slim-orang yang bisa menghabiskan lebih dari US$1.000 per menit ternyata tidak memiliki kapal pesiar atau pesawat.

Namun, banyak miliarder lainnya memilih menghindari barang mewah. Buffet juga menghindari barang mewah kendati materi berlimpah.  Menurutnya, "mainan itu kebanyakan menyebabkan sakit leher."

sumber : http://bisnis.vivanews.com/news/read/187559-6-cara-hidup-layaknya-miliarder

FAKTOR KESULITAN BELAJAR

FAKTOR KESULITAN BELAJAR

Kesulitan belajar disebabkan oleh banyak faktor, secara garis besar dapat kita kelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu

   1. Faktor Intern : Keadaan yang muncul dari dalam diri siswa, seperti lemahnya IQ anak, keterbatasan Indra.
   2. Faktor Ekstern: Faktor yang muncul dari luar diri siswa, seperti faktor lingkungan keluarga yang buruk, lingkungan sekolah yang kurang kondusif atau lingkungan masyarakat yang buruk.

Ciri-Ciri Kesulitan Belajar antara lain :

   1. Prestasi belajar rendah, yaitu nilai yang capai dibawah rata-rata anak sekelas.
   2.Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan.
   3.Anak didik lambat dalam mengerjakan tugas-tugas belajar.
   4.Anak didik menunjukkan tingkah laku yang kurang wajar, seperti acuh, mudah tersinggung dll.
   5.Anak didik bertingkah laku yang tidak seperti biasanya, seperti murung, sedih, menyendiri dari temannya dll.
   6. Anak didik mendapatkan penurunan yang drastis dari prestasi yang diperoleh sebelumnya.
   7. Anak didik sering tidak masuk tanpa keterangan.
   8. Anak sering meninggalkan pelajaran tanpa alasan / bolos.

6  Langkah Cara Mengatatasi Kesulitan Belajar :

   1.Pengumpulan data. Yaitu untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terhadap obyek (siswa yang bermasalah) guna menemukan penyebab kesulitan belajar pada siswa.
   2.Pengolahan data. Agar diketahui sumber utama kesulitan belajar pada siswa secara tepat, maka data yang terkumpul harus diolah secara cermat karena masih mentah, belum dianalisis.
   3.Diagnosis, yaitu keputusan menentukan sumber kesulitan belajar.
   4. Prognosis, yaitu ramalan mengenai bantuan yang akan diberikan dalam mengatasi kesulitan belajar.
   5.Tretment/perlakuan, yaitu pemberian bantuan, seperti remedial teaching,  bimbingan belajar, dan mengatasi masalah pribadi.
   6.Evaluasi, yaitu untuk mengetahui apakah tretment yang telah diberikan berhasil atau gagal, apakah ada kemajuan belajar pada diri siswa atau tidak.



"Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada Kemudahan"

Panduan pendamping pasien sakaratul maut

Panduan bagi pasien sakaratul maut
Bimbingan rohani pasien merupakan bagian integral dari bentuk pelayanan kesehatan dalam upaya pemenuhan kebutuhan bio-Psyco-Socio-Spritual ( APA, 1992 ) yang komprehensif, karena pada dasarnya setiap diri manusia terdapat kebutuhan dasar spiritual ( Basic spiritual needs, Dadang Hawari, 1999 ).
Pentingnya bimbingan spiritual dalam kesehatan telah menjadi ketetapan WHO yang menyatakan bahwa aspek agama ( spiritual ) merupakan salah satu unsur dari pengertian kesehataan seutuhnya (WHO, 1984). Oleh karena itu dibutuhkan dokter, terutama perawat untuk memenuhi kebutuhan spritual pasien.

Perawat memiliki peran untuk memenuhi kebutuhan biologis, sosiologis, psikologis, dan spiritual klien. Akan tetapi, kebutuhan spiritual seringkali dianggap tidak penting oleh perawat. Padahal aspek spiritual sangat penting terutama untuk pasien yang didiagnosa harapan sembuhnya sangat tipis dan mendekati sakaratul maut dan seharusnya perawat bisa menjadi seperti apa yang dikemukakan oleh Henderson, “The unique function of the nurse is to assist the individual, sick or well in the performance of those activities contributing to health or its recovery (or to a peaceful death) that he would perform unaided if he had the necessary strength will or knowledge”,maksudnya perawat akan membimbing pasien saat sakaratul maut hingga meninggal dengan damai.

Biasanya pasien yang sangat membutuhkan bimbingan oleh perawat adalah pasien terminal karena pasien terminal, pasien yang didiagnosis dengan penyakit berat dan tidak dapat disembuhkan lagi dimana berakhir dengan kematian, seperti yang dikatakan Dadang Hawari (1977,53) “orang yang mengalami penyakit terminal dan menjelang sakaratul maut lebih banyak mengalami penyakit kejiwaan, krisis spiritual,dan krisis kerohanian sehingga pembinaan kerohanian saat klien menjelang ajal perlu mendapatkan perhatian khusus”. Sehingga, pasien terminal biasanya bereaksi menolak, depresi berat, perasaan marah akibat ketidakberdayaan dan keputusasaan. Oleh sebab itu, peran perawat sangat dibutuhkan untuk mendampingi pasien yang dapat meningkatkan semangat hidup klien meskipun harapannya sangat tipis dan dapat mempersiapkan diri pasien untuk menghadapi kehidupan yang kekal.

Dalam konsep islam, fase sakaratul maut sangat menentukan baik atau tidaknya seseorang terhadap kematiannya untuk menemui Allah dan bagi perawat pun akan dimintai pertanggungjawabannya nanti untuk tugasnya dalam merawat pasien di rumah sakit. Dan fase sakaratul maut adalah fase yang sangat berat dan menyakitkan seperti yang disebutkan Rasulullah tetapi akan sangat berbeda bagi orang yang mengerjakan amal sholeh yang bisa menghadapinya dengan tenang dan senang hati.
Ini adalah petikan Al-Quran tentang sakaratul maut,,
” Datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya.”(QS.50:19).
“ Alangkah dahsyatnya ketika orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut.” (QS. 6:93)
Dalam Al-hadits tentang sakaratul maut..
Al-Hasan berkata bahwa Rasulullah SAW pernah mengingatkan mengenai rasa sakit dan duka akibat kematian. Beliau bertutur, “Rasanya sebanding dengan tiga ratus kali tebasan pedang.” (HR.Ibn Abi ad-Dunya)

Begitu sakitnya menghadapi sakaratul maut sehingga perawat harus membimbing pasien dengan cara-cara,seperti ini:

1. Menalqin(menuntun) dengan syahadat

Sesuai sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Talqinilah orang yang akan wafat di antara kalian dengan, “Laa illaaha illallah”. Barangsiapa yang pada akhir ucapannya, ketika hendak wafat, ‘Laa illaaha illallaah’, maka ia akan masuk surga suatu masa kelak, kendatipun akan mengalami sebelum itu musibah yang akan menimpanya.” Perawat muslim dalam mentalkinkan kalimah laaillallah dapat dilakukan pada pasien muslim menjelang ajalnya terutama saat pasien akan melepaskan nafasnya yang terakhir sehingga diupayakan pasien meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

Para ulama berpendapat,” Apabila telah membimbing orang yang akan meninggal dengan satu bacaan talqin, maka jangan diulangi lagi. Kecuali apabila ia berbicara dengan bacaan-bacaan atau materi pembicaraan lain. Setelah itu barulah diulang kembali, agar bacaan La Ilaha Illallha menjadi ucapan terakhir ketika menghadapi kematian. Para ulama mengarahkan pada pentingnya menjenguk orang sakaratul maut, untuk mengingatkan, mengasihi, menutup kedua matanya dan memberikan hak-haknya." (Syarhu An-nawawi Ala Shahih Muslim : 6/458)

Ciri-ciri pokok pasien yang akan melepaskan nafasnya yang terakhir, yaitu :

1. penginderaan dan gerakan menghilang secara berangsur-angsur yang dimulai pada anggota gerak paling ujung khususnya pada ujung kaki, tangan, ujung hidung yang terasa dingin dan lembab,
2. kulit nampak kebiru-biruan kelabu atau pucat.
3. Nadi mulai tak teratur, lemah dan pucat.
4. Terdengar suara mendengkur
disertai gejala nafas cyene stokes.
5. Menurunnya tekanan darah, peredaran darah perifer menjadi terhenti dan rasa nyeri bila ada biasanya menjadi hilang. Kesadaran dan tingkat kekuatan ingatan bervariasi tiap individu. Otot rahang menjadi mengendur, wajah pasien yang tadinya kelihatan cemas nampak lebih pasrah menerima.
2. Hendaklah mendo’akannya dan janganlah mengucapkan dihadapannya kecuali kata-kata yang baik

Berdasarkan hadits yang diberitakan oleh Ummu Salamah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.

Artinya : “Apabila kalian mendatangi orang yang sedang sakit atau orang yang hampir mati, maka hendaklah kalian mengucapkan perkataan yang baik-baik karena para malaikat mengamini apa yang kalian ucapkan.” Maka perawat harus berupaya memberikan suport mental agar pasien merasa yakin bahwa Allah Maha Pengasih dan selalu memberikan yang terbaik buat hambanya, mendoakan dan menutupkan kedua matanya yang terbuka saat roh terlepas dari jasadnya.

3. Berbaik Sangka kepada Allah

Perawat membimbing pasien agar berbaik sangka kepada Allah SWT, seperti di dalam hadits Bukhari“ Tidak akan mati masing-masing kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah SWT.” Hal ini menunjukkan apa yang kita pikirkan seringkali seperti apa yang terjadi pada kita karena Allah mengikuti perasangka umatNya

4. Membasahi kerongkongan orang yang sedang sakaratul maut

Disunnahkan bagi orang-orang yang hadir untuk membasahi kerongkongan orang yang sedang sakaratul maut tersebut dengan air atau minuman. Kemudian disunnahkan juga untuk membasahi bibirnya dengan kapas yg telah diberi air. Karena bisa saja kerongkongannya kering karena rasa sakit yang menderanya, sehingga sulit untuk berbicara dan berkata-kata. Dengan air dan kapas tersebut setidaknya dapat meredam rasa sakit yang dialami orang yang mengalami sakaratul maut, sehingga hal itu dapat mempermudah dirinya dalam mengucapkan dua kalimat syahadat. (Al-Mughni : 2/450 milik Ibnu Qudamah)

5. Menghadapkan orang yang sakaratul maut ke arah kiblat

Kemudian disunnahkan untuk menghadapkan orang yang tengah sakaratul maut kearah kiblat. Sebenarnya ketentuan ini tidak mendapatkan penegasan dari hadits Rasulullah Saw., hanya saja dalam beberapa atsar yang shahih disebutkan bahwa para salafus shalih melakukan hal tersebut. Para Ulama sendiri telah menyebutkan dua cara bagaimana menghadap kiblat :

1. Berbaring terlentang diatas punggungnya, sedangkan kedua telapak kakinya dihadapkan kearah kiblat. Setelah itu, kepala orang tersebut diangkat sedikit agar ia menghadap kearah kiblat.
2. Mengarahkan bagian kanan tubuh orang yang tengah sakaratul maut menghadap ke kiblat. Dan Imam Syaukai menganggap bentuk seperti ini sebagai tata cara yang paling benar. Seandainya posisi ini menimbulkan sakit atau sesak, maka biarkanlah orang tersebut berbaring kearah manapun yang membuatnya selesai.



WARNING ALERT

Sebagian orang terbiasa membaca Al-Qur’an didekat orang yang sedang menghadapi sakaratul maut dengan berdasarkan pada hadits :

“bacalah surat Yaasiin untuk orang-orang yang meninggal dunia”

Dan hadits :

“tidak ada seorang manusia yang mati, kemudian dibacakan surat yaasiin untuknya, kecuali Allah mempermudah segala urusannya”

Padahal kedua hadits tersebut dianggap sebagai hadits dha’if, tidak boleh memasukkannya kedalam kitab Hadits.

Bahkan, Imam Malik telah mengatakan bahwa hokum membaca Al-Qur’an disisi mayat adalah makruh. Dalam Kitabnya ‘Syarhu As-Syaghiir’(1/220):,”Dimakruhkan membaca salah satu ayat dalam al-qur’an ketika datang kematian. Karena, tindakan tersebut tidak pernah dilakukan oleh para salafus shalih. Sekalipun, semua itu diniatkan sebagai do’a, memohon ampun, kasih sayang dan mengambil pelajaran,”.

Pengkajian Terhadap Reaksi Kematian dan Kehilangan ; Berduka Cita
• Karakteristik dari duka cita :
- Individu mengalami kesedihan dan merupakan reaksi dari shock dan keyakinannya terhadap kehilangannya.
- Merasa hampa dan sedih.
- Ada rasa ketidak nyamanan, misalnya rasa tercekik dan tertekan pada daerah dada.
- Membayangkan yang telah meninggal, merasa berdosa.
- Ada kecenderungan mudah marah.
• Tingkatan dari duka cita :
- Shock dan ketidak yakinan, karena salah satu anggota keluarga akan meninggal, bahkan menolak seolah-olah masih hidup.
- Berkembangnya kesadaran akan kehilangan dengan perilaku sedih, marah pada diri sendiri atau pada orang lain.
- Pemulihan, dimana individu sudah dapat menerima dan mau mengikuti upacara keagamaan berhubungan dengan kematian.
- Mengatasi kehilangan yaitu dengan cara mengisi kegiatan sehari – hari atau berdiskusi dengan orang lain mengenai permasalahannya.
- Idealisasi, dimana individu menyesal karena kurang memperhatikan almarhum selama masih hidup dan berusaha menekan segala kejelekan dari almarhum.
- Keberhasilan, tergantung dari seberapa jauh menilai dari obyek yang hilang, tingkat ketergantungan kepada orang lain, tingkat hubungan sosial dengan orang lain dan banyaknya pengalaman kesedihan yang pernah dialami.

Macam - Macam Pendekatan Pembelajaran


1. PENDEKATAN KONSTEKTUAL

Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (US Departement of Education, 2001). Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar, manfaatnya, dalam status apa mereka dan bagaimana mencapainya. Dengan ini siswa akan menyadari bahwa apa yang mereka pelajari berguna sebagai hidupnya nanti. Sehingga, akan membuat mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal yang bermanfaat untuk hidupnya nanti dan siswa akan berusaha untuk menggapinya


Pendekatan konstektual merupakan pendekatan yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.pendekatan kontekstual sendiri dilakukan dengan melibatkan komponen komponen pembelajaran yang efektif yaitu konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, penilaian sebenarnya.

http://maistrofisika.blogspot.com

Dalam pengajaran kontekstual memungkinkan terjadinya lima bentuk belajar yang penting, yaitu :

1.Mengaitkan adalah strategi yang paling hebat dan merupakan inti konstruktivisme. Guru menggunakan strategi ini ketia ia mengkaitkan konsep baru dengan sesuatu yang sudah dikenal siswa. Jadi dengan demikian, mengaitkan apa yang sudah diketahui siswa dengan informasi baru.

2. Mengalami merupakan inti belajar kontekstual dimana mengaitkan berarti menghubungkan informasi baru dengan pengelaman maupun pengetahui sebelumnya. Belajar dapat terjadi lebih cepat ketika siswa dapat memanipulasi peralatan dan bahan serta melakukan bentuk-bentuk penelitian yang aktif.

3. Menerapkan. Siswa menerapkan suatu konsep ketika ia malakukan kegiatan pemecahan masalah. Guru dapet memotivasi siswa dengan memberikam latihan yang realistic dan relevan.

4. Kerjasama. Siswa yang bekerja secara individu sering tidak membantu kemajuan yang signifikan. Sebaliknya, siswa yang bekerja secara kelompok sering dapat mengatasi masalah yang komplek dengan sedikit bantuan. Pengalaman kerjasama tidak hanya membanti siswa mempelajari bahan ajar, tetapi konsisten dengan dunia nyata.

5. Mentransfer. Peran guru membuat bermacam-macam pengelaman belajar dengan focus pada pemahaman bukan hapalan

Doantara Yasa (dalam web http://ipotes.wordpress.com )

2. PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME

Pendekatan konstruktivisme merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang lebih menekankan pada tingkat kreatifitas siswa dalam menyalurkan ide-ide baru yang dapat diperlukan bagi pengembangan diri siswa yang didasarkan pada pengetahuan.

Pada dasarnya pendekatan konstruktivisme sangat penting dalam peningkatan dan pengembangan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa berupa keterampilan dasar yang dapat diperlukan dalam pengembangan diri siswa baik dalam lingkungan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat.

Dalam pendekatan konstruktivisme ini peran guru hanya sebagai pembibimbing dan pengajar dalam kegiatan pembelajaran. Olek karena itu , guru lebih mengutamakan keaktifan siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan ide-ide baru yang sesuai dengan materi yang disajikan unutk meningkatkankemampuansiswasecarapribadi.

Jadi pendekatan konstruktivisme merupakan pembelajaran yang lebih mengutamakan pengalaman langsung dan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran.

http://emanbateportofolio.blogspot.com

Secara umum yang disebut konstruktivisme menekankan kontribusi seseorang pembelajar dalam memberikan arti, serta belajar sesuatu melalui aktivitas individu dan sosial. Tidak ada satupun teori belajar tentang konstruktivisme, namun terdapat beberapa pendekatan konstruktivis, misalnya pendekatan yang khusus dalam pendidikan matematik dan sains. Beberapa pemikir konstruktivis seperti Vigotsky menekankan berbagi dan konstruksi sosial dalam pembentukan pengetahuan (konstruktivisme sosial); sedangkan yang lain seperti Piaget melihat konstruksi individu lah yang utama (konstruktivisme individu).

Konstrukstivisme Individu

Para psikolog konstruktivis yang tertarik dengan pengetahuan individu, kepercayaan, konsep diri atau identitas adalah mereka yang biasa disebut konstruktivis individual. Riset mereka berusaha mengungkap sisi dalam psikologi manusia dan bagaimana seseorang membentuk struktur emosional atau kognitif dan strateginya

Konstruktivisme social

Berbeda dengan Piaget, Vygotsky percaya bahwa pengetahuan dibentuk secara sosial, yaitu terhadap apa yang masing-masing partisipan kontribusikan dan buat secara bersama-sama. Sehingga perkembangan pengetahuan yang dihasilkan akan berbeda-beda dalam konteks budaya yang berbeda. Interaksi sosial, alat-alat budaya, dan aktivitasnya membentuk perkembangan dan kemampuan belajar individual.

Deceng (dalam web http://deceng.wordpress.com)

3. PENDEKATAN DEDUKTIF

Pendekatan deduktif (deductive approach) adalah pendekatan yang menggunakan logika untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang diberikan. Dalam sistem deduktif yang kompleks, peneliti dapat menarik lebih dari satu kesimpulan. Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum kesesuatuyangkhusus.



Pendekatan deduktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan umum ke keadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan, prinsip umum dan diikuti dengan contoh contoh khusus atau penerapan aturan, prinsip umum ke dalam keadaan khusus.



4. PENDEKATAN INDUKTIF

Pendekatan induktif menekanan pada pengamatan dahulu, lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum.

http://zalva-kapeta.blog.spot.com

Pendekatan induktif merupakan proses penalaran yang bermula dari keadaan khusus menuju keadaan umum

PerbedaanPendekatanDeduktifdanInduktif

Teori normatif (normative theory) menggunakan pertimbangan nilai (value judgement) yang berisi satu atau lebih premis menjelaskan cara yang seharusnya ditempuh. Sebagai contoh, premis yang menyatakan bahwa laporan akuntansi (accounting reports) seharusnya didasarkan kepada pengukuran nilai aset bersih yang bisa direalisasi (net realizable value measurements of assets) merupakan premis dari teori normatif. Sebaliknya, teori deskriptif (descriptive theory) berupaya untuk menemukan hubungan yang sebenarnya terjadi.

5. PENDEKATAN KONSEP

Pendekatan konsep adalah pendekatan yang mengarahkan peserta didik meguasai konsep secara benar dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan konsep (miskonsepsi). Konsep adalah klasifikasi perangsang yang memiliki ciri-ciri tertentu yang sama. Konsep merupakan struktur mental yang diperoleh dari pengamatan dan pengalaman.

http://www.sribd.com

Pendekatan Konsep merupakan suatu pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh.

6. PENDEKATAN PROSES

pendekatan proses merupakan pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses.


Pendekatan proses adalah pendekatan yang berorientasi pada proses bukan hasil. Pada pendekatan ini peserta didik diharapkan benar-benar menguasai proses. Pendekatan ini penting untuk melatih daya pikir atau mengembangkan kemampuan berpikir dan melatih psikomotor peserta didik. Dalam pendekatan proses peserta didik juga harus dapat mengilustrasikan atau memodelkan dan bahkan melakukan percobaan. Evaluasi pembelajaran yang dinilai adalah proses yang mencakup kebenaran cara kerja, ketelitian, keakuratan, keuletan dalam bekerrja dan sebagainya.

au sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :

1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.

Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:

1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.

Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

Apakah Arti Remaja Buat Kamu

Masa yang paling indah adalah masa remaja.

Masa yang paling menyedihkan adalah masa remaja.

Masa yang paling ingin dikenang adalah masa remaja.

Masa yang paling ingin dilupakan adalah masa remaja


Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek.

Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang.

Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja.

Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:

   1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
   2. Ketidakstabilan emosi.
   3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
   4. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
   5. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
   6. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
   7. Senang bereksperimentasi.
   8. Senang bereksplorasi.
   9. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
  10. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.

Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja.

Permasalahan Fisik dan Kesehatan

Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya, khususnya pada bagian pinggul, pantat, perut dan paha. Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone, 1998). Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi, pikiran yang berlebihan tentang penampilan, depresi, rendahnya harga diri, onset merokok, dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw, 2003; Stice & Whitenton, 2002). Lebih lanjut, ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman, 1999; Thompson et al).

Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan, maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Beberapa kecelakaan, bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi.

Permasalahan Alkohol dan Obat-Obatan Terlarang

Penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang akhir-akhir ini sudah sangat memprihatinkan. Walaupun usaha untuk menghentikan sudah digalakkan tetapi kasus-kasus penggunaan narkoba ini sepertinya tidak berkurang. Ada kekhasan mengapa remaja menggunakan narkoba/ napza yang kemungkinan alasan mereka menggunakan berbeda dengan alasan yang terjadi pada orang dewasa. Santrock (2003) menemukan beberapa alasan mengapa remaja mengkonsumsi narkoba yaitu karena ingin tahu, untuk meningkatkan rasa percaya diri, solidaritas, adaptasi dengan lingkungan, maupun untuk kompensasi.

    * Pengaruh sosial dan interpersonal: termasuk kurangnya kehangatan dari orang tua, supervisi, kontrol dan dorongan. Penilaian negatif dari orang tua, ketegangan di rumah, perceraian dan perpisahan orang tua.
    * Pengaruh budaya dan tata krama: memandang penggunaan alkohol dan obat-obatan sebagai simbol penolakan atas standar konvensional, berorientasi pada tujuan jangka pendek dan kepuasan hedonis, dll.
    * Pengaruh interpersonal: termasuk kepribadian yang temperamental, agresif, orang yang memiliki lokus kontrol eksternal, rendahnya harga diri, kemampuan koping yang buruk, dll.
    * Cinta dan Hubungan Heteroseksual
    * Permasalahan Seksual
    * Hubungan Remaja dengan Kedua Orang Tua
    * Permasalahan Moral, Nilai, dan Agama

Lain halnya dengan pendapat Smith & Anderson (dalam Fagan,2006), menurutnya kebanyakan remaja melakukan perilaku berisiko dianggap sebagai bagian dari proses perkembangan yang normal. Perilaku berisiko yang paling sering dilakukan oleh remaja adalah penggunaan rokok, alkohol dan narkoba (Rey, 2002). Tiga jenis pengaruh yang memungkinkan munculnya penggunaan alkohol dan narkoba pada remaja:

Salah satu akibat dari berfungsinya hormon gonadotrofik yang diproduksi oleh kelenjar hypothalamus adalah munculnya perasaan saling tertarik antara remaja pria dan wanita. Perasaan tertarik ini bisa meningkat pada perasaan yang lebih tinggi yaitu cinta romantis (romantic love) yaitu luapan hasrat kepada seseorang atau orang yang sering menyebutnya “jatuh cinta”.

Santrock (2003) mengatakan bahwa cinta romatis menandai kehidupan percintaan para remaja dan juga merupakan hal yang penting bagi para siswa. Cinta romantis meliputi sekumpulan emosi yang saling bercampur seperti rasa takut, marah, hasrat seksual, kesenangan dan rasa cemburu. Tidak semua emosi ini positif. Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Bercheid & Fei ditemukan bahwa cinta romantis merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami depresi dibandingkan dengan permasalahan dengan teman.

Tipe cinta yang lain adalah cinta kasih sayang (affectionate love) atau yang sering disebut cinta kebersamaan yaitu saat muncul keinginan individu untuk memiliki individu lain secara dekat dan mendalam, dan memberikan kasih sayang untuk orang tersebut. Cinta kasih sayang ini lebih menandai masa percintaan orang dewasa daripada percintaan remaja.

Dengan telah matangnya organ-organ seksual pada remaja maka akan mengakibatkan munculnya dorongan-dorongan seksual. Problem tentang seksual pada remaja adalah berkisar masalah bagaimana mengendalikan dorongan seksual, konflik antara mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, adanya “ketidaknormalan” yang dialaminya berkaitan dengan organ-organ reproduksinya, pelecehan seksual, homoseksual, kehamilan dan aborsi, dan sebagainya (Santrock, 2003, Hurlock, 1991).

Diantara perubahan-perubahan yang terjadi pada masa remaja yang dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja adalah : pubertas, penalaran logis yang berkembang, pemikiran idealis yang meningkat, harapan yang tidak tercapai, perubahan di sekolah, teman sebaya, persahabatan, pacaran, dan pergaulan menuju kebebasan.

Beberapa konflik yang biasa terjadi antara remaja dengan orang tua hanya berkisar masalah kehidupan sehari-hari seperti jam pulang ke rumah, cara berpakaian, merapikan kamar tidur. Konflik-konflik seperti ini jarang menimbulkan dilema utama dibandingkan dengan penggunaan obat-obatan terlarang maupun kenakalan remaja.

Beberapa remaja juga mengeluhkan cara-cara orang tua memperlakukan mereka yang otoriter, atau sikap-sikap orang tua yang terlalu kaku atau tidak memahami kepentingan remaja.

Akhir-akhir ini banyak orang tua maupun pendidik yang merasa khawatir bahwa anak-anak mereka terutama remaja mengalami degradasi moral. Sementara remaja sendiri juga sering dihadapkan pada dilema-dilema moral sehingga remaja merasa bingung terhadap keputusan-keputusan moral yang harus diambilnya. Walaupun di dalam keluarga mereka sudah ditanamkan nilai-nilai, tetapi remaja akan merasa bingung ketika menghadapi kenyataan ternyata nilai-nilai tersebut sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dihadapi bersama teman-temannya maupun di lingkungan yang berbeda.

Pengawasan terhadap tingkah laku oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja karena lingkungan remaja sudah sangat luas. Pengasahan terhadap hati nurani sebagai pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting agar remaja bisa mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun guru dan segera menyadari serta memperbaiki diri ketika dia berbuat salah.

Dari beberapa bukti dan fakta tentang remaja, karakteristik dan permasalahan yang menyertainya, semoga dapat menjadi wacana bagi orang tua untuk lebih memahami karakteristik anak remaja mereka dan perubahan perilaku mereka. Perilaku mereka kini tentunya berbeda dari masa kanak-kanak. Hal ini terkadang yang menjadi stressor tersendiri bagi orang tua. Oleh karenanya, butuh tenaga dan kesabaran ekstra untuk benar-benar mempersiapkan remaja kita kelak menghadapi masa dewasanya.

Sumber : http://semangatbelajar.com/psikologi-remaja-karakteristik-dan-permasalahannya/

Sejarah Musik Populer

Pop music

Popular music or pop music is the name for music streams are heard widely by the audience and most of the commercial.

Popular music first developed in the United States in 1920 where the recording was first made by Thomas Edison's invention, are distinguished by Music Classical, Jazz Music, Traditional Music, Blues Music, and also spreads to other countries since worldwide. History   Classical Music Music Gregorian year 590

Classical music begins with the discovery of the Gregorian Notation tehun 590 by Pope Gregory the Great, in the form of notes of four beam lines, but there is no count notation. Pope Gregory during his lifetime has recorded songs of the Church with Gregorian notation. before the year 590 through the darkness there is no music written legacy that can be read.
Gregorian Notation 590 Years

Musical notation was born in the year 590, called the Gregorian Notation, invented by Pope Gregory the Great, in which previously experienced the darkness of the music there is no written legacy. During his lifetime the Pope Gregori have copied hundreds of songs of the Church in Gregorian notation. This notation memekai four beam lines as notes, but there is no rhythm notation (calculation based on the feelings of the singer. Here the nature of the song is still as a single song or monofoni.
Music Organum 1150-1400

At first people to sing with the same tone, or called Organum, the tone of the sung by women or children, while the low tones sung by men. Here there is a song composition octave, high voice (women / children) and low voice (male).
Music Diafoni 1400-1600

It turned out that not all can follow a high voice or sound low. By therefore decided to create a sound that is lower following the melody quart, quart quart high and low, and thus music is called music diafoni (he = two, foni = sound).
Basso Ostinato Year 1600

The Italians in the years around 1600 to find what is called the Basso Ostinato Bass engaged or stupid or crazy, a series of tones that move step by step downwards or upwards, later repeated at a series of other tones.
Polyphony Music Baroque Era 1600-1750

It turns out that follow the same voice with the melody becomes boring, then do not start to move in a parallel vote, then start with opposite directions. Composers Perluigi Giovani da Palestrina (1515-1594) was a pioneer on this subject, and composed the melody a lot of theories about music (polyphony), so that each tone or point (punctus = point) move either independently or in opposite (counter), here was born the theory of  counterpoint (counterpoint = kontrapunt).

Johan Sebastian Bach (1685-1750) was one of the masters of polyphony music with a very high kontrapun techniques, such as mathematical because prepared. Almost every composer of Baroque Era (1600-1750) set with techniques, such as George Frederic Handle from England, Jean Remeau from Pernacis, Correli from Italy, etc.. Folk songs in the style of polyphony was the Papa of Jacob.

At first people up with Kontrapun Bound or Strict Counterpoint, but then get  freedom based on the theory Kontrapun Free or Free Counterpoint.
Music Homofoni Classical Era 1750-1825

Further on Classical Era (1750-1825) found the composition tri-chord-based sound (triads), then expand with four votes or more. Such music was called Music Homofoni, so kontrapun become kontrapuntis melodic variations.
Classical Music Romantic Era 1820-1910

Almost no much change in the fundamental kontrapun and harmony in Romantic Era (1820-1910), but there is progress in orketrasi complete (with the invention of musical instruments). This era is the last and still be accepted by the public hearing. Especially in music, opera, the ballet music, and walsa Vienna.
Modern Classical Music 1910-present

Modern music with atonal music and Politonal been away from music fans who enjoyed conventional music, because sound is dissonant and irregular rhythm that requires concentration in the hearing.
History of Pop since 1920
Music Ragtime in the United States since 1890

Ragtime music or Chop-Pig, is an American music influenced by African-American ethnicity and European classical music. This music began to be recognized on the American mainland about 1890 until 1920. This music mempuyai fast tempo or rhythm with syncopation domination, but there is also a rhythmic rather slow.

This music is usually played with a special piano-style minced pork, and the pianist and creator of, among others, Scott Joplin (1868-1917), James Scott (1885-1938), and Joseph Lamb (1887-1959).
Music Blues in the United States since 1895

Blues music was born from the ethnic African Americans in the Mississippi Delta peninsula in the late nineteenth century around the year 1895 and lasted until now. This music was born from the life of the slaves who worked as a laborer in the African American race, at which time they work or rest in the afternoon they were in steady sad songs (blues), melodies typical African race, and of course with the lyrics of slave the oppressed at that time. At first blues song was sung without instrumental accompaniment, just the They later use the guitar as an accompaniment of stringed instruments.

Later this blues music influenced the development of jazz, country, and rock. Notice that the rhythm and blues music is very strong melodies with African races. Sometimes in poetry the story of their grief arises as slaves and agricultural laborers, and of course development is greatly influenced by the urban environment or in rural America, where the race to dominate African blues style.

The creators of the blues and blues musicians, the average American black people, is where WC Handy (1873-1958) was the father of the blues. Song Aunt Hagar's Children and the Saint Louis Blues, published respectively in 1914 and 1921.
Characters in the United States began in 1920

After the First World War ended (1918), the new music on the American continent was born the so-called popular music. Music is primarily as a music dance floor at that time became very popular and liked by people all over the world.
Music of Latin America since the 1857 birth

Creations with the creator at that time are among other Latin influence from George Bizets Hababera from the opera Carmen (1875); Scott Joplin's Mexican Serenade, Solace (1902); Maurice Rapsodie Espagnole Ravels (1907) and Bolero (1928).

Latin pop music latin dance known since the beginning, ie since the year 1920 as well. Tango dance to be one of the famous dance balroom in 1920 in the United States and Europe, where the song Tango bertangga minor and melancholic tone, as well as an aggressive step-dancing. After that know  1930 and 1940 developed into one of popular music in the world, with figures such as Xavier Cugat, Perez Prado, etc.. Rhythm that developed in the time it is rhumba, Samba, conga, Salsa, Mambo, etc..
Country Music since 1920

Country music often diidentitaskan with cowboy music (cow herd). This music was born in a country fiddle playing recordings with John Carson recorded "Little Log Cabin in the Lane" by Okeh Records in 1923. Then the birth record by Columbia in 1924 "Old Familiar Tunes". As is known steel guitar entered country in 1922, where Jimmie Tarlton met with Hawaiian guitarist Frank Ferera on the west coast of America.

Starting in 1927, over 17 years Carters recorded some 300 old-time ballads, traditional songs, country songs, etc.. Furthermore, in the 1930s and 1940s became a popular cowboy songs in all movies Hallywood. And in 1939 Boogie-woogie rhythm became famous.

THE DEMOCRATIC Pancasila


In order to Provide an adequate description of the problem posed in the title above it would be good in a row We discuss (a) The meaning of pluralism and difference with the pluralistic, (b) Pluralism as a root cause of conflict, (c ) Role and function Government and community and religious institutions in conflict resolution, (d) Method of conflict resolution, and (e) Pattern of management of life based on plurality of Pancasila.
1. The meaning of pluralism and pluralistic

Pluralism comes from the plural word Which means a lot, That is an ideology recognizes there are many Different That ideology or entities That do not Depend on Which one of the other. Each ideology, or independent entities not bound to one another, Thus no substitute for a substitute substance of ideology-the ideology, or the Various entities. Standard and Poor One example in Indonesia there are hundreds of ethnic groups. According to the ideology of pluralism Every tribe allowed to detach from one another, do not need any other substances, Standard and Poor 'the name of the nation, Which reduces the existence of These Tribes.

Gave birth ideology of pluralism ideology of individualism That recognizes That Each individual stands alone apart from other individuals. Ideology of individualism is to admit the existence of individual differences or the so-called individual differences. Each individual has their own Characteristics That Must be respected and appreciated as Standard and Poor. Ideology of individualism That Gave birth to this ideology of liberalism, that human beings are Born into the World Blessed with freedom. Only with this freedom, the dignity of the individual cans be seated properly. Trilogy ideology of pluralism, individualism and liberalism is what Gave birth to a democratic system of governance systems, ESPECIALLY in the West Country.

Following the United States submitted the Declaration of Independence and the Declaration of Human Rights and Citizen France underlying the implementation of democratic system in That State

United States Declaration of Independence

We hold These Truths to be self-evident, that all men are created equal, that they want want are endowed by on on their Creator with certain unalienable Rights, that the Among These are Life, Liberty, and pursuit of Happiness. That to secure These rights, Governments are instituted Among men, deriving just powers from the consent of the governed.



Men are born and remain free and equal in rights. Can be a social distinction based only upon public utilities. The aim of Every political association Is the preservation of the natural and impressive the rights of man. These rights are liberty, property, security, and resistance to oppression.

From These declarations Appear in the real ideology of pluralism, individualism and liberalism baste the democratic system adopted in the second State. Two declarations are expressed Almost At The Same Time, one in the United States, one in one of the countries in Europe.

Nevertheless they want still acknowledge That Humans are not likely to live alone. To be Able to support life and to Preserve Themselves, they want Require all parties, parties Some say That this is driven by instinct or instinct in groups. They need to live together in a shape Some way, by basing Ourselves on the belief systems adopted. Among the human relationship with other parties in the form of Devotion, that one must be devoted solely to the other. Also there is' That recognition is the equality of human relations. As a result the pattern of human life so changed from Diverse.

Driven by this reality, the American nation in the Implementing pluralism, individualism and liberalism look for patterns of how to establish a life together. In an agreement to live together is needed to hold together in moving forward together to face life's challenges. Developed pattern called "social contract" that community members must give up Some of the rights of individuals in order to realize a life together. The spirit united in the common life is seen in the slogan contained in the symbol of his country's motto Which reads "E Pluribus Unum," Which means "out of many, one" from many of Them Which one, or unity in diversity. The method applied in the form of unity, Called the method of melting pot, if assessed further Which has deviated from the principle of pluralism.

Plurality is the nature or quality That illustrate the diversity, a recognition That the universe was created in diversity. As an example of the Indonesian nation to admit That the Indonesian nation-state is pluralistic, Diverse in terms of tribal people, indigenous culture, native language, the religion embraced, and so forth. This is a reality or necessity in the life of the Indonesian nation. Should this diversity be seated in proportion in the life of nation and state, Should be assessed as an asset of the nation, not as a hindrance factor of progress.

Pattern attitude Indonesian people in facing this diversity based on a sesanti, or AdAge "Unity in Diversity," Which means rich, but one, Which Is Almost Same with the motto "That is held by the Americans, namely" E Pluribus Unum. " Mpu Sesanti Tantular is derived from work, contained in Married Sutasoma in the 14th Century, and has been confirmed as the watchword in the State Seal listed in the 1945 Constitution and the Amendment contained in Article 36a. In applying the plurality of life, the Indonesian nation based on principles contained in the Preamble to the Constitution in 1945, that the main concern is the interests of the nation rather than individual interests, the Following Phrases contained in the Preamble to the Constitution in 1945 :
That real independence is the right of all peoples;
That independence is declared by the Indonesian nation, so people cans denganke That life independent nationhood;
That one of the Indonesian nation-state mission is to the intellectual life of the nation;
That one of the Indonesian state is the basic unity of Indonesia, Which is an insight no other Nationality.
That is to be Complaints with the establishment of the Indonesian nation-state is social justice for all Indonesian people.

From the Phrases contained in the Preamble of the 1945 Constitution is clear That the principle of national and state Nationality coloring life for the Indonesian nation. Individual terms or concepts of individualism is not on the Opening of the 1945 Constitution. In other words the pluralistic That applied in Indonesia is not based on individualism and liberalism.

Pluralistic plurality or not an ideology, ISMS or belief is absolute. For it is not Necessary to develop certain Rituals Poor 'religious. Pluralistic taken by the Indonesian nation as one of the principles in the organization of national and state life Can be characterized Mutation
Pluralism implies That the common life based on an inclusive attitude, Which Means That in dealing with other parties did not win his own act, that opinion is not necessarily the most correct, do not underestimate the opinion of other parties.
Pluralistic attitude is not sectarian and exclusive, too proud of his own and do not take into account other groups. As a result of growing suspicion, Jealousy and unhealthy competition took place.
Pluralistic attitude is not merely formalistic, that just shows the apparent behavior. Pluralistic attitude of mutual trust based on trust and mutual respect for respect. In fact must be based on compassion That Can Unite the diversity in harmony.
Pluralistic attitude leads to convergent rather than divergent action. Pluralistic attitude of seeking common denominator or de grootste gemene deeler and de kleinste gemene veelvoud of diversity as a common platform in the act and act together.
Pluralistic attitude is not expansive, so it is more Concerned with quality than quantity.
Be tolerant, understanding the other party and to respect and appreciate the views of other parties
Pluralistic attitude does not touch Things That Are sensitive to the other party.
Pluralistic character of accommodation stance is based on the maturity and self-control is excellent. Attitude pluralistic character of sportsmanship, excellence and courage to admit weaknesses and working partner or partners to Compete.
Avoid pluralistic attitude on their extremities, develop moderation, balanced and proportionate.
Pluralism as the root problem of Conflicts

In front was noted pluralism That Can not be separated from the accompanying ideology of individualism and liberalism. Individualism is the ideology That glorifies self-interest too from the interest groups. Moderate liberalism worships freedom by applying the principle of free competition. The second application of the ideology of control would trigger a struggle That culminated in the conflict of interest. Disagreement or conflict occur May Between individuals, Between individuals and groups, Between groups, as well as Between individuals, groups and nation-states, and Between central and local government interests.

Pls yet Deeper We examine the roots of the problem of conflict is unfair That triggered the behavior of public dissatisfaction, or part of society That leads to conflict.

"One example of the Law on pornography, any divergence of interests Between individuals, specific groups and nation-states, so That at the time of preparation of laws on pornography Experiencing protracted conflict situations. Each party argued in accordance with its interests. In searching for solutions on this kind of conflict it is Necessary to the existence of a standard reference. suppose That all applicable laws and Regulations in Indonesia Should be a translation of the principles and values contained in the Preamble to the Constitution in 1945. Regulation of all legislation published in the interest of all people, not the interests of the community. This is a reference to any criticism of the prevailing legal product in Indonesia. Here's just a theory of state submitted underlie That provision and Standard and Poor.

Prof. Dr. Attamimi with reference to the opinion of Prof. .. Notonagoro, Prof. Hans Nawiasky Soepomo and, in his dissertation an mentioning That in the Preamble of the Constitution are legal or ideals rechtsidee Called That contain a value system That Became the basis for drafting the legislation. Goal of this law is constitutive and regulative toward national and state life for the people of the nations Concerned. For the Indonesian nation is no other legitimate purpose is Pancasila, so That the principles and values contained in Pancasila Should be Used in Preparing the base as legislation and in attitude and behavior acting community, nation and state in life. Any legislation That is not a derivate of Pancasila Should be removed from the legal system in the Republic of Indonesia. Constitutional Court and Supreme Court must jelly in performing judicial review of all legislation.

One example of many local Regulations That deviate from the principles embodied in the Pancasila, eg a particular religious or regional nuances particular. Which must be straightened. Meanwhile, the principle of unity in diversity Should be referenced in determining the laws and Regulations applicable in Indonesia, Which is very pluralistic. In accordance with the provisions contained in Act No.10 of 2004, that any statutory Regulations applicable in Indonesia in them Should be based:
The principle of Nationality, that the substance of legislation Should Reflect the nature of a single State ika diversity, pluralism in the unity of the unitary Republic of Indonesia.
The principle of unity in diversity, that the substance of legislation must consider the diversity of population, religion, ethnicity, class, special regional conditions, and culture, ESPECIALLY Regarding sensitive issues in society, nation and state.

We need to look at That supreme deity is not a religion, let alone a particular religion. Wholeness Almighty Which is a religious concept recognizes the existence of certain supernatural substance in doing community in accordance with on their respective beliefs.

Religiosity derived from the human spirit, according to Webster's dictionary meaning relating to That Which is acknowledged as the ultimate reality, or manifesting Devotion to and reflecting the nature of the divine or That Which one hold to be of ultimate importance. Thus religious meaning associated with the recognition of something Which is absolute reality. Or they want cans be meaningful as an expression of Sacrifice / worship of the Unseen, Which is believed as an absolute essential.

Religiosity religiosity in the language has a meaning intense, excessive, or Affected the quality of being religious. Thus, religiosity means happy or tend to the reality That is absolute or offering / service of the Unseen, Which is believed as something Important and is absolute in human life.

Pancasila is the view That God as prima causa, as the creator of all universe, maintainer and regulator of the universe, His Creatures sympathize all purposes. And the human being must be cautious and worship God. Human beings must be thankful for all the delicious gift of God and be patient all exams. Pancasila religiosity derived in principle "Belief in God Almighty." The principle embodied in the Pancasila are:
Recognition of the existence of Various Religions and belief in Almighty God;
Each individual is free embraced his religion and belief;
Not impose a religion or belief to another party;
Trust and piety to God Almighty in accordance with religion and belief respectively;
Mutually respectful inter-religious respect and trust;
Mutual respect for the beliefs held by other parties;
Worship in accordance with religious beliefs are embraced, without disturbing the freedom of worship to other faiths;
In the conduct of worship does not disturb the peace and public order.
3. Role of Government, Public Institutions and religious leaders in conflict resolution

Should Government be providing public facilities by issuing laws and Regulations Which are not controversial, either siding with a particular group or tribe of religious orientation / certain ethnicity, And that does not confuse the public. Democracy Will be done properly only if the minorities are protected and get the rights properly. Should Governments protect minorities, so it does not changed from second-class citizens. Meanwhile, the Regulations of law enforcement legislation to be enforced. Every citizen has the Same position before the law.

Should be public institutions of socialization community in order to understand and comply with Regulations set by the State Agency has the right, ethical way with no siding with a particular Faction. Socialization of legislation cans be the traditional way, using paper or electronic media. In performing public duties on their institutions Received help from the government, for example in Providing the Necessary materials, organizing events and socializing. Thus there sinerjik Cooperation Between government and community institutions.

Should religious institutions be utilized to test any legislation That the materials or substances contained in the legislation does not conflict with religious Teachings contained in a Cuddle. In the Unlikely Event That does not fit to be IMMEDIATELY submitted to the Constitutional Court or the Supreme Court for further processing. Religious institutions do not take action Itself if there is a provision in legislation That is incompatible with its Teachings.
Methods of Conflict Resolution

Is to appreciate the nature of the differences pluralistic, this does not mean That These differences to be exaggerated. Necessary to find common platform handles That Can be used as living together in the state and nation. The principle of unity in diversity Should be a handle to resolve any differences and Struggles of interest.

By conducting a dialogue, discussion, discourse needs to be developed Attitudes Which are a reflection of unity in diversity.

Once We understand Some of the principles contained in unity in diversity, then the next step is how the principles of Unity in Diversity is implemented in the life of nation and state. Attitudes and behavior are:

Inclusive behavior.

That front was noted in one of the principles contained in the Unity in Diversity is an inclusive attitude. In a joint life motto Unity in Diversity adopted the view That he, either as individuals or groups of people feel Themselves only part of the unity of the larger society. How Large and Important groups in the common life, not despise and underestimate the other group. Each has a role That Can not be ignored, and meaningful for on their life together.

Accommodate the pluralistic nature of

Indonesia is a pluralistic nation in terms of religious diversity That is embraced by the community, Various That indigenous cultures developed in the regions, ethnic groups with their own language, and occupies Thousands of islands That rarely gone so far apart That one island from another island . Without understanding the meaning of pluralism and how to achieve unity in diversity accurately, Easily Happen disintegration. The nature of tolerance, respect Each other respect, Each party settled in accordance with the role, status and dignity precisely, do not sell short on the other hand, let alone erase the existence of a group of common life, is a condition for sustainability Indonesian nation-state. Harmony needs to be developed properly. An example of before the reform, in Ambon applies a pattern of common life, Called pela gadong, a pattern of community life Itself That does not base on religion, but solely on the common life in certain areas. Adherents of Various Religions take place very harmonious, help assist in the activities of non-religious Rituals. They do not distinguish Between the Tribes WHO resided in the area, and so forth. Unfortunately, with the reforms Which promotes freedom, Standard and Poor a pattern of community life have eroded this ideal reform Currents.

Not looking for his own victory

Respect the opinions of Others, with no thought That the most true to his own opinion, he or his group's most powerful needs to be regulated in applying Unity in Diversity. Able to receive and to give an opinion is something That Should thrive in a Diverse life. For this difference is not exaggerated, but sought the meeting point. Not developed divergence, but That was the realization of convergence Should be sought from a variety of diversity. For it is Necessary to develop consensus to achieve consensus.

Deliberation to reach consensus

In order to forms a unity in diversity applied approach, "deliberation to reach consensus." It was not his own opinions Which Should be a collective agreement, but the common denominator, namely the core similarity was Chosen as the collective agreement. Can this only be achieved with the process of deliberation to reach consensus. In this way all the ideas That Arise accommodated in the deal. No one wins no one loses. This is commonly Referred to as a win / win solution. Way of voting as far as possible be avoided, Because it will from only give an opportunity for a strong and large, to impose the will, resulting in a situation That is called "The Domination of the majority"; "That does not a situation expected with the continuation of democracy.

Developed a sense of compassion and Sacrifice

In applying the unity in diversity in the life of nation and state need based on compassion. Mutual suspicions suspicious Should be Discarded away. Trust must be developed mutual trust, Jealousy, envy must be removed from the dictionary Unity in Diversity. Our existence on earth is to Provide Services to other parties, based on selfless individuals and groups, accompanied by a Sacrifice. Without Sacrifice, at least to reduce the interest and personal self-interest, unity impossible.

Pluralistic nature of the nation must be viewed as a gift from God to be utilized appropriately. With based on Pancasila, the power of diversity contained within it will from the make capital for growth and advancement of the nation. What is contained in the grains on top of a pluralistic nation as well as management scheme based on Pancasila. The concept of religiosity, humanity, citizenship, and social The principle is derived in Belief in God Almighty, just and civilized humanity, the unity of Indonesia, led by the populist wisdom in consultation / representation and social justice for all Indonesian people must underlie the pattern of life management is pluralistic.

Every citizen, ESPECIALLY the organizers of the state and the government obliged to thoroughly understand the concepts and principles embodied in the Pancasila to Be Able to apply in the life of nation and state, ESPECIALLY in anticipating the plurality of the nation. Various laws and Regulations have set a stipulation, that significantly binds Every citizen.

Blog lets readers decide alleged hacker’s fate

TALK about walking the walk — one of the world’s biggest tech blogs is taking the idea of crowdsourcing to a new level by letting its readers decide whether or not to press charges against an alleged hacker.
Earlier this year, tech blog TechCrunch was compromised by a hacker who at various points redirected users to an adult site and defaced the homepage.
Now police think they’ve nabbed the culprit and TechCrunch has been asked if it wants to press charges.
But, in the spirit of Web 2.0, the blog is leaving that decision to its readers.
“We’re going to let you decide — do we press charges or just let this go? The poll is at the bottom of the post. Whatever you decide, we’ll do,” wrote founder Michael Arrington in a post.

 Source : http://blogs.news.com.au/techblog/

Keterpaduan Keterampilan Membaca dengan Focus Menulis

Dalam kehidupan modern sekatrang ini, melalui sarana internet dan juga telepon genggam, kita dapat berkomunikasi dengan menggunakan tulisan dengan teman, keluarga, dan relasi kerja dengan cepat (dalam waktu real time), seperti kita bertelepon.Kita membaca pesan yang disampaikan secara tertulis melalui surat elektronik (email)atau melalui fasilitas chatting di internet dari berbagai belahan dunia, kemudian kita pun dapat segera menulis balasannya dan mengirimkannya melalui fasilitas yang tersedia.Di saat lain, kita mungkin perlu membaca sebuah pengumuman, membaca makalah.
    Selain itu, aktivitas membaca diduga dapat meningkatkan kemampuan menulis. Kontribusi aktivitas membaca terhadap kegiatan belajar menulis dapat diduga, antara lain berikut ini.
1.Penguasaan kata-kata dan istilah – istilah baru, kalimat, dan pemakaian ejaan ketika belajar mebaca akan memberi sumbangan positif dalam menulis
2.Organisasi bahan bacaan dapat menjadi contoh dalam pengorganisasian tulisan dalam menulis.
3.Dalam menulis tingkat lanjut, informasi yang di peroleh dalam bahan bacaan dapat menjadi sumber ide atau sumber data bagi tuisan yang akan di susun.

A. MEMBACA CERITA/DONGENG DAN AKTIVITAS MENULIS

        Anda dapat berlatih menulis dengan cara terlebih dahulu membaca sebuah naskah cerita/dongeng . Setelah selesai membaca sebuah naskah cerita/dongeng itu, Anda dapat melakukan berbagai aktivitas latihan menulis yamg bervariasi, misalnya berikut ini.
1.Menuliskan nama nama tokoh dalam cerita dan memberi komentar secara tertulis terhadap karakter tokoh.
2.Melengkapi bagian akhir cerita yang sedang Anda baca.
3.Menulis kembali cerita dengan menggunakan kalimat dan pilihan kata sendiri
4.Menuliskan pernyataan rasa suka dan tidak suka terhadap tokoh -tokoh atau jalan cerita beserta alasan alasannya.

B. MEMBACA PUISI DAN AKTIVITAS MENULIS
C. MEMBACA DAN MENULIS PETUNJUK, PENGUMUMAN, POSTER, IKLAN DAN SURAT

        Anda dapat belajar dan berlatih menulis  petunjuk pengumuman, poster, iklan dan surat dengan cara membaca sebuah surat dinas, Anda dapat memahami bahwa surat dinas itu terdiri atas unsur hal, nomor, tanggal, alamat yang dituju, pembuka surat, isi surat dan penutup surat.Anda pelajari pula tata letaknya.Misalnya, hal dan nomor surat di tulis disudut kiri atas kertas.Kemudian , setelah satu spasi atau lebih di bawahnya, merapat ke margin kanan dituliskan tanggal surat.satu spasi atau lebih di bawahnya, merapat ke margin kiri, di tulis alamat yang di tuju.Setelah itu baru di tulis sslsm pembuka, isi surat, dan slaam penutup yang diikuti tanda tangan dan nama pengirim.Contoh lain, dengan membaca sebuah iklan menggunakan kalimat – kalimat yang pemahaman bahwa wacana iklan menggunakan kalimat – kalimat yang ringkas , pilihan kata yang menonjolkan makna konotatif  yang dapat membangkitkan emosi tertentu , dan pengorganisasinya menarik, serta sering di lengkapi dengan gambar atau grafis tertentu.
        Jadi, dengan membacanya kita dapat memahami wujud berbagai jenis tulisan. Setelah itu, kita dapat berlatih menulis berbagai jenis tulisan dengan berbekal pengetahuan yang sudah kita peroleh dari bacaan
        Berikut ini tulisan yang termasuk jenis petunjuk.Bacalah dan pelajarilah aspek pengorganisasian, pemakaian kalimat, dan pilihan katanya.

D. MENULIS RANKUMAN BACAAN
        Latihan menulis jenis lain yang penting bagi anda adalah latihan membuat sebuah ringkasan, misalnya ringkasan sebuah cerita, artikel, dan buku.Dalam membuat ringkasan, pertama tama Anda harus berlatih menemukan gagasan utama atau tema setiap paragraf dari suatu bahan bacaan Kemudian Anda perlu memberi tanda tanda serta membuat sebuah catatan sehubungan dengan gagasan pokok atau tema bacaan tersebut.Terakhir, barulah anda menulis ringkasan bahan bacaan yang di maksud dengan hanya mengemukakan gagasan-gagasan utama atau tema tema yang terdapat dalam setiap paragraf atau subjudul buku yang dibaca dengan berpedoman pada  tanda tanda dan catatan catatan yang telah di buat.

PROSES MEMBACA
    Dalam proses membaca, pada umumnya pembaca menggunakan secara makna keseluruhan teks

Jenis – jenis keterampilan membaca antara lain:

1.Kemampuan melakukan decoding secara otomatis.Termasuk dalam jenis keterampilan ini, yaitu kemampuan mengenal/menyadari sebuah kata dengan sangat cepat, yaitu dengan sekali lirik
2.kemampuan melakukan previewing (aktivitas prabaca) dan predicting(memprediksi).Dengan demikian, pembaca dapat menebak isi bahan bacaan yang disajika berikutnya.
3.Kemampuan menentukan tujuan secara spesifik dalam membaca, yaitu memahami mengapa suatu teks perlu dibaca
4.Kemampuan mengidentifikasi genre tulisan sehingga dapat memprediksi bentuk dan kemungkinan isi bahan bacaan
5.Kemampuan mengajukan pernyataan terhadap isi bacaan sehingga pembaca dapat melakukan dialog dalam hati dengan penulis selama membaca
6.Kemapuan melakukan scanning, yaitu membaca teks dengan sangat cepat guna memperoleh suatu infomasi yang spesifik
7.Kemampuan menentukan topik yang disaji9kan dalam teks
8.Kemampuan menentukan ide pokok dan ide ide penunjang(details).
9.Kemampuan menentukan letak kalimat topik (kalimat utama)
10.Kemampuan menentukan ide pokok sebuah kalimatdan paragraf
11.Kemampuan menentukan bentuk – bentuk hubungan antaride dalam keseluruhan teks
12.Kemampuan mengidentifikasi dan menggunakan kata kata yang manandai relasi – relasi antara unsur – unsur teks
13.Kemampuan menarik kesimpulan mengenai ide pokok berdasarkan pengguanan bentuk bentuk bahasa dan petunjuk – petunjuk lain
14.Kemampuan mengenal dan menggunakan unsur-unsur kata ganti (prounouns), kata – kata pepenunjuk(referents), dan unsur leksikal lainnya sebagai penanda kohesi.
15.Kemampuan menebak arti kata – kata yang masih asing bagi pembaca melalui konteks
16.Kemampuan melakukan skimming,yaitu kemampuan memperoleh kesan umum secara cepat terhadap keseluruhan bahan bacaan, suatu bab atau buku
17.Kemampuan melakukan parafrase, yaitu kemampuan mengemukakan isi teks dengan menggunakan kata-kata sendiri guna memonitor pemahaman yang diperoleh pembaca
18.Kemampuan meringkas isi bacaan (summarizing),yaitu mengemukakan kembali ide – ide pokok yang terdapat dalam keseluruhan bahan bacaan.
19.Kemampuan menarik kesimpulan dengan menggunakan informasi dari beberapa bagian bahan bacaan dan ide – ide tambahan dari pembaca sendiri
20.Kemampuan mengemukakan inferensi dengan menggunakan bukti-bukti(evidence).Dalam hal ini, dengan membaca kalimat – kalimat tertulis dan dengan menggunakan bukti – bukti yang terkandung dalam teks , pembaca dapat mengetahui hal- hal yang tersirat atau yang tidak tertulis.
21.Kemampuan memvisualkan isi bacaan, antara lain dalam wujud kemampuan membuat digram mengenai isi teks
22.Kemampuan membaca secara kritis, antara lain kemampuan menentukan keakuratan bahan bacaan dengan menggunakan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya, dan dapat membedakan antara fakta dan opini
23.Kemampuan membaca dengan kecepatan yang sesuai guna memungkinkan otak memproses masukan (input) yang di peroleh dari bahan bacaan
24.Kemampuan menggunakan strategi membaca yang tepat, sesuai dengan bahan bacaan dan tujuan membaca.

B. PERANAN KETERAMPILAN MENYIMAK DAN BERBICARA DALAM MEMBACA

        Dalam membaca seseorang dituntut untuk mampu menghubungkan informasi yang di perolehdari teks dengan pengetahuan yang telah di milikinya.Ini menunjukkan bahwa kejernihan kognitif memegang peranan penting dalam keberhasilan membaca(Downing dalam Wray, 1994:20). Oleh karena itu, dalam belajar membaca, tugas – tugas yang dengan sengaja melatih kemampuan kognitif murid dalam menghubungkan informasi tekstual dengan schemata yang kita miliki memegang peranan penting.Latihan latihan yang di maksud akan menuntut dilibatkannya aktivitas menyimak, berbicara, dan menulis.

C. GURU SEBAGAI MODEL DALAM MEMBACA(MODEL READER)

        Beberapa alasan perlunya guru memberi contoh dalam membaca bersuara di depan kelas.

1.Murid – murid akan mendapat keuntungan dari mendengarkan contoh membaca yang baik dari
guru.
2.Murid – murid yang semula tidak memilih buku- buku cerita dalam aktivitas membacaakan tergerak untuk memilih buku- buku cerita setelah mendengarkan dari guru
3.Guru dapat memperkenalkan bunyi- bunyi bahasa dengan cara membacakan puisi secara bersuara
4.Guru dapat menjadi model dalam cara membaca cerita yang dapat bermanfaat dalam mengembangkan keterampilan berbahasa

A. PREP, MENGMBALIKAN ASOSIASI SEMANTIS

        PreP terdiri atas tiga tahap, yaitu (1)memilih sebuah kata kunci,frase, atau gambar dari teks, kemudian kuat asosia asosianya dari kata kunci, frase, atau gambar tersebut,(2) mengemukakan alasan -alasan mengenai asosiasi asosiasi yang telah di buat, dan (3) mengemukakan asosiasi – asosiasi tambahan isi muncul ketika diskusi berlangsung diterapkan pada semua jenis bahan bacaan.PreP juga memberi umpan balik (feedback) yang reliable  kepada Anda untuk mengestimasi penguasaan konsep san latar belakang pengetahuan yang telah Anda miliki sehubungan dengan suatu topik bacaan.
        Contoh latihan melakukan asosisi yang dimaksud adalah
1.Latihan Berasosiasi secara Klasikal
Kemukakan apa yang Anda bayangkan ketika Anda melihat kata vitamin
2.Latihan Berasosiasi secara Berpasangan atau Bekelompok
B. FORMULIR TANGGAPAN TERHADAP BUKU(BOOK RESPONSE SHEET)
       
        Formulir tanggapan terhadap buku yang telah di baca oleh anda tersebut antara lain berisi judul buku, informasi mengenai tingkat kesulitan, komentar mengenai keunggulan keunggulan buku,saran-saran untuk teman mengenai manfaat membaca buku tersebut dan identitas pembaca (pengisi formulir).
        Kegiatan pemberian tanggapan terhadap buku selain bermanfaat bagi latihan membaca pemahaman dan belajar memberi penialaian terhadap sebuah buku yang telah di baca yang telah dibaca secara singkat, juga bermanfaat sebagai latihan pendahuluan bagi pelajaran menulis resensi buku.

C. MENULIS SINONIM DAN HIPONIM

        Sebagai upaya untuk melatih berasosiasi guna menguatkan kemampuan dalam menggunakan metode top-down dan sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan mengusasai kosakata sehubungan dengan proses membaca secara buttom-up, Anda dapat menuliskan kata-kata yang bersinonim dan berhiponim

D. MELENGKAPI BAGIAN – BAGIAN BACAAN

        Untuk melatih dan memortir kemampuan Memahami bahan bacaan tertentu, Anda dapat melakukan latihan melengkapi bagian – bagian teks yang tidak lengkap.
        Ada beberapa variasi latihan yang dapat di kembangkan, antara lain sebagai berikut.
1.Menulis bagian-bagian teks yang sengaja di kosongkan atau tidak lengkap dengan menggunakan kata-kata yang sesuai.
2.Memasangkan kata-kata yang sesuai yang sudah di sediakan dengan bagian-bagian teks yang kosong
3.Menulis kata-kata jenis tertentu yang hilang dari teks.

E. MENULIS RINGKASAN BACAAN

        Karangan memiliki sebuah tema atau topik utama Anda sendiri

Sumber :

Hakikat dan Konsep Dasar IPS


Ruang lingkup dan cakupan konsep dasar IPS dapat dikemukakan sebagi berikut:
1.Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bukan merupakan suatu biadang keilmuan atau disiplin bidang akademis, melainkan lebih merupakan suatu bidang pengkajian tentang gejala dan masalah sosial.Dalam kerangka kerja pengkajian Ilmu Pngetahuan Sosial (IPS) mengunakan bidang-bidang keilmuan yang termasuk bidang-bidang ilmu sosial.
2.Kerangka kerja Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tidak menekankan pada bidang teoretis, tetapi lebih pada bidang-bidang praktis dalam mempelajari gejala dan masalah-masalah sosial yang terdapat di lingkungan masyarakat. Studi Sosial tidak perlu akademis teoretis, namun merupakan satu pengetahuan praktis yang dapat di ajarkan pada tingkat persekolahan,yaitu mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Perguruan Tinggi. Demikian pula pendekatan yang digunakan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sangat berbeda dengan pendekatan yang biasa digunakan dalam Ilmu Sosial. Pendekatan Ilmu Pengetahuan Sosial bersifat interdisipliner atau bersifat multidisiplinerdengan menggunakan berbagai bidang keilmuan, sedangkan pendekatan yang digunakan Ilmu Sosial (Sosial Sciences) bersifat disipliner dari bidang ilmunya masing-masing. Demikian pula pada tingkat yang taraf yang lebih rendah pendekatan studi Sosial lebih bersifat multidimensional, yaitu meninjau satu gejala atau masalah sosial dari berbagai dimensi atau aspek kehidupan.
3.Bidang studi IPS, pada hakikatnya merupakan perpaduan pengetahuan sosial. Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) intinya merupakan perpaduan antara giografi dan sejarah. Untuk Sekolah Lanjut Menengah Pertama (SLTP) intinya merupakan perpaduan antara geografi, sejarah dan ekonomi koperasi. Sedangkan untuk Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) intinya adalah perpaduan antara geografi, sejarah dan ekonomi koperasi dan Antropologi.di tingkat perguruan tinggi, bidang studi IPS ini dikenal sebagai studi sosial. IPS atau studi Sosial ini, merupakan perpaduan dari berbagai bidang keilmuan Ilmu Sosial. Studi Sosial memiliki perbedaan yang prinsipiil dengan ilmu-ilmu sosial.
Proses pembelajaran pendidikan IPS dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat usia peserta didik masing-masing. Ragam pembelajarannya pun harus disesuaikan dengan apa yang terjadi dalam kehidupan. Secara formal, proses pembelajaran dan membelajarkan itu terjadi di sekolah, baik di dalam kelas maupun diluar kelas.
IPS sebagai satu program pendidikan tidak hanya menyajikan tentang konsep-konsep pengetahuan semata, namun harus pula mampu membina peserta didik menjadi warga negara dan warga masyarakat yang tahu akan hak dan kewajibannya, yang juga memiliki tanggung jawab atas kesejahteraan bersama yang seluas-luasnya.
Sebagai bidang pengetahuan, ruang lingkup IPS dapat terlihat nyata dari tujuannya. Di sepanjang sejarahnya IPS memiliki lima tujuan yaitu:
  • IPS mempersiapkan siswa untuk studi lanjut di bidang sosial sciences jika nantinya masuk ke perguruan tinggi.
  • IPS yang tujuannya mendidik kewarganegaraan yang baik.
  • IPS yang hakikatnya merupakan suatu kompromi antara 1 dan 2 tersebut di atas.
  • IPS yang mempelajari closed areas atau masalah-masalah sosial yang pantang untuk dibicarakan di muka umum.
  • Menurut pedoman khusus bidang studi IPS, tujuan bidang studi tersebut, yaitu dengan materi yang dipilih, disaring dan disingkronkan kembali maka sasaran seluruh kegiatan belajar dan pembelajaran IPS mengarah kepada 2 hal,
    - Pembinaan warga negara Indonesia atas dasar moral Pancasila / UUD 1945.
    - Sikap sosial yang rasional dalam kehidupan.
     Sumber : http://google.co.id


    Next Update Post Indonesia Furniture Handicraft Wholesale Marketplace