Inilah Mobil Asli Buatan Indonesia

Setelah beberapa kali tertunda, PT Inka menegaskan pihaknya siap mengadakan grand launching mobil nasional GEA. Target waktu pun mereka tetapkan yakni bulan Desember atau awal tahun 2011 mendatang dengan banderol harga hanya Rp 40 jutaan saja.
Hal itu diungkapkan oleh Iwan Ridwan yang merupakan marketing PT INKA di Indo Defence Expo 2010 yang saat ini sedang berlangsung di JI Expo, Kemayoran Jakarta.
“GEA yang akan kita grand launching di Jakarta ini sama dengan GEA versi polisi. Bentuknya sudah kita sempurnakan,” jelasnya.
Mobil model citycar ini memiliki wheelbase 1.965 mm dan tampak lebih lebih manis dibanding model sebelumnya.
Dari depan, bumper GEA tampak lebih sporty dengan lubang udara yang cukup besar. Sportivitas ini makin bertambah kental berkat aplikasi fog lamp dan head lamp yang berdesain modern. Mesin mengusung 650 cc masih seperti GEA yang lama namun dengan sistem injeksi EFI dan penggerak roda depan.
Lari ke belakang tampak buritan yang sederhana namun elegan dengan tambahan tulisan Polmas (Polisi Masyarakat) di belakangnya. Tulisan itu mempertegas bahwa ini adalah mobil kepolisian. Terlebih di bagian tengah mobil tertulis tulisan Patroli dengan logo Samapta yang lumayan besar.
Dan bila kita masuk ke dalam mobil yang memiliki dimensi 3.320×1.490×1.640 mm (PxLxT) ini nuansa mewah tersembur berkat pilihan warna beige di kabin mobil meski atribut di bagian dalam seperti roda kemudi, panel indikator atau AC control masih tampak jadul.
“Untuk pertama kita akan fokus ke pembeli kelompok seperti instansi dan koperasi,” ujarnya.
Hal itu menurut Iwan dilakukan untuk mempermudah layanan after sales karena untuk membangun dealer dan bengkel resmi dalam waktu dekat ini mereka mengaku belum siap.
“Kalau berkelompok seperti itu kan kita jadi lebih mudah melayani perawatan dan penyediaan spare part karena unitnya berkumpul disatu tempat,” pungkasnya. ( ddn / ddn ) 

Sumber : http://www.indonesiaberprestasi.web.id/2010/11/akhirnya-indonesia-punya-mobil-nasional/

3 Cewek Membawa Nama Baik Indonesia

Tiga Dewi MURI adalah trio yang terdiri dari tiga remaja putri asal Surabaya, yakni Jesslyn Julia Gunawan, Lita Liviani Tandiono dan Gillian Geraldine Gani. Walau terbilang masih ABG (Anak Baru Gede), namun prestasi mereka dalam hal meracik nada-nada melalui piano, flute, biola, cello dan recorder bisa jadi sudah mencapai taraf master.

Jesslyn Julia Gunawan


Jesslyn misalnya. Pada usia 13 tahun, Jesslyn telah meraih high score pada ujian royal piano grade 8 dari Associated Board of the Royal Schools of Music (ABRSM) Inggris. Platinum dan Gold Award di bidang kompetisi resital piano dan biola di Malaysia, Singapura, Australia dan Italia pun, telah ia koleksi di rumahnya. Ia juga pernah memecahkan rekor MURI sebagai anak Indonesia termuda (9 tahun 5 bulan) yang masuk Top Winner di kompetisi musik internasional dengan piano dan biola di Italia pada 2005 silam. Kabar teranyar, Oktober 2010 lalu, Jesslyn memenangkan Tureck International Bach Competition for Young Pianists di New York City, Amerika Serikat. Kompetisi internasional tersebut diikuti oleh puluhan pianis dari Amerika, Eropa, dan Asia.

Gillian Geraldine Gani


Tak kalah mengkilap dengan Jessyln, Gillian pun juga telah mengoleksi banyak piagam penghargaan dari berbagai kompetisi dunia, mulai dari Singapura, Malaysia, Jepang hingga Australia. Di MURI, ia menorehkan namanya sebagai pianis usia 12 tahun yang menggelar resital piano tunggal dengan repertoar 4 impromptu dan 4 scherzo karya Frederick Chopin. Ia juga merupakan pianis muda pertama yang menggelar resital piano tunggal dengan satu tangan (kiri). Tidak hanya berprestasi dimusik, di sekolah, gadis kecil penyuka es krim tersebut selalu menjadi yang terbaik di kelas. Bahkan, tahun ini dia meraih predikat siswa teladan di sekolah.

Lita Liviani Tandiono

Credit: Angger Bondan

Gadis cilik kelahiran 18 Mei 1996 ini mampu memainkan piano, biola, flute dan cello sama baiknya pada sebuah orkes musik yang membuatnya memecahkan rekor MURI sebagai musisi termuda yang mampu menguasai 4 alat itu dengan tingkat excellent. Lita telah menguasai instrumen piano sejak usia empat tahun setengah, biola di sekitar usia enam tahun, cello pada usia delapan tahun dan flute pada usia sembilan tahun.Bergabung dalam trio Tiga Dewi MURI, Lita dan ketiga temannya kembali memecahkan rekor MURI sebagai grup pertama di dunia yang mampu memainkan 5 alat musik secara bergiliran dalam satu lagu. 25 November mendatang, Lita akan turut bermain dalam konser tunggal Ruth Sahanaya. Ia didapuk untuk memainkan biola.

Facebook Page Lita: http://www.facebook.com/pages/Lita-Liviani-Tandiono/161854457735

Referensi: KickAndy, Gading Community, Pikiran Rakyat


Sumber : http://www.indonesiaberprestasi.web.id/2010/11/lita-liviani-pemusik-cilik-dengan-potensi-besar/

Zlatan Ibrahimovic Kembali Tersenyum

Zlatan Ibrahimovic menjelaskan mengapa dirinya keluar dari Barcelona kemudian kembali ke kompetisi Serie A. Menurut Ibra dirinya tidak diberitahu oleh sang pelatih masalah apa yang dimilikinya sehingga harus terdepak dari tim.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Guardiola. Jika saya tahu masalah yang terjadi, saya akan menyelesaikannya. Ketika anda tidak mengetahuinya maka itu mustahil," ujar Ibra.

“Milan mengembalikan senyum saya, karena saya tidak merasa bahagia dengan suasana di Barcelona. Di momen seperti itu, sangat penting untuk menemukan sesuatu yang membuat senyum anda kembali dan keinginan untuk bermain. Ini yang Milan berikan kepada saya."

“Saya percaya bahwa skuad yang ada sekarang mampu bersaing untuk merebut Scudetto dan Piala Champions," tutup Ibra.

Gambar Kota Terindah