Sensasi Mistis dan Eksotik Jazz Rasa Bali

JAKARTA, KOMPAS.com-- Musik tradisional Bali tak henti-hentinya menginspirasi. Ketika musik yang beraura mistis itu dipadupadan dalam suatu kolaborasi yang unik, eksotik, dan menarik dengan musik modern genre fusion jazz, muncullah sensasi jazz rasa Bali. Khas Kulkul Band.
Saking menarik dan mengundang rasa penasaran, sembilan komposisi lagu yang dibawakan Kulkul Band pada Bentara Pentas Musik, Kamis (6/5/2010) malam ini di halaman Bentara Budaya Jakarta (BBJ), seperti tak cukup. Setelah diakhiri komposisi Welcome to Bali , ratusan penonton masih berseru minta lagu lagi. Mereka tak hendak bubar sebelum ada komposisi lagu tambahan.
Sejak penampilan pertama, yang dibuka dengan komposisi berjudul Wina , aksi panggung Kulkul Band yang terdiri dari lima seniman memainkan instrumen musik barat, yaitu Demas Narawangsa (drum, perkusi), Aditya (piano, keyboard), Sigit Raditya (violin), Adman Maliawan (bas), dan Faisar Fasya (gitar), memang sudah memukau.
Apalagi ditingkahi penampilan seniman musik tradisional dari Lembaga Kesenian Bali Saraswati, pimpinan I Gusti Kompyang Raka, jadilah kolaborasi fusion jazz rasa Bali. Komposisi Wina misalnya, ruh mistis musik Bali tak hanya pada warna musik, tetapi juga adanya gerakan tari kecak oleh seniman tradisi. Bahkan tanpa diduga, pada komposisi ber ikutnya Wayan Sudarsana yang memainkan gangsa kantilan, cengceng kopyak, dan kulkul, sontak berdiri dan menari.
Pengunjung pun tak henti-henti mengapresiasi dengan tepukan tangan. "Tarian Bali tadi tidak kami rencanakan. Hanya tiba-tiba saja, aura musik menggoda Wayan Sudarsana untuk menari," ujar Faisar Fasya, sebelum membawakan komposisi Bali Dance.
Pada komposisi tersebut, para musisi memperlihatkan secara solo kelihaian dan kehebatannya memainkan alat musik, dimulai dari permainan violin Sigit Raditya yang menusuk kalbu, permainan bass Adman Maliawan yang penuh pesona, sampai gebukan drum Demas yang impresif dan dinamis.
Berdiri tahun 2005, Kulkul Band yang diprakarsai Demas --pemain yang paling muda, Kulkul mendapat kesempatan tampil di Java Jazz, Jazz Merah Putih, dan Bali Jazz Festival. "Alhamdulillah diapresiasi. Dengan memadupadankan musik tradisional Bali ke musik jazz, kami mendapat sambutan," jelas Faisar.
Menurut Demas, dengan musik jazz khas Kulkul Band, pihaknya berharap bisa terus menjaga nilai-nilai seni dan budaya Indonesia. Khususnya aura mistis musik Bali, sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia..
Hampir semua komposisi lagu yang dibawakan terdapat dalam album pertama Kulkul Band bertajuk Welcome to Bali, kecuali ada satu komposisi yang ekspresif mendadak diciptakan LKB Saraswati dan Demas. Ratusan penonton terpukau.


Sumber : http://entertainment.kompas.com/read/2010/05/06/22585527/sensasi.mistis.dan.eksotik.jazz.rasa.bali..

0 komentar: