Inilah Kronologis Asli Bentrokan Ampera

Bentrokan dua kubu sebelum persidangan kasus Blowfish di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pecah, Rabu (29/9/2010). Mereka adalah kubu pendukung tedakwa Bernandus Maela dan kubu yang berseteru dengannya.
Tiga korban dinyatakan tewas dan sejumlah korban lain mengalami luka serius akibat bacokan. Tiga polisi pun juga terluka terkena sabetan golok. Bahkan, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Gatot Edy terserempet peluru di kakinya.

Berikut adalah kronologi awal kasus Blowfish hingga masuk ke proses persidangan dan detik-detik terjadinya tragedi kerusuhan antarpendukung pada siang tadi.

4 April 2010 Perkelahian antara dua kelompok suku yaitu Ambon dan Flores meledak di Blowfish, klub kongkow elite di Jakarta yang bertempat di Plaza City sekitar pukul 01.00 WIB. Perkelahian bermula saat seorang pemuda 17 tahun berusaha menerabas masuk klub. Saat bodyguard melarang masuk, ia memaksa dan akhirnya dipukuli oleh petugas satpam yang terlebih dahulu dipukulinya. Laki-laki itu mengaku anak pejabat, dan janji akan membalas.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar kala itu mengatakan, peristiwa itu berlatar belakang kekesalan petugas keamanan yang sebelumnya dipukul pengunjung karena tak tersedianya meja. Dalam bentrokan itu, M Soleh meninggal disusul oleh temannya, Yopi Inggratubun, yang meninggal dua minggu kemudian setelah dirawat di RS Medistra.

22 September 2010 Persidangan insiden Blowfish digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk kali perdana. Terdakwa kasus Blowfish, Bernadus Melala dan Kanor Lolo, didudukkan di kursi terdakwa. Namun, mereka lalu diamuk dan dipukuli pengunjung sidang dari kelompok berbeda yang bertikai saat hendak dibawa keluar dari ruang tahanan pengadilan menuju ruang sidang. Polisi sempat beberapa kali melepaskan tembakan peringatan, tetapi tetap tak mampu menghadang bentrok antara dua kubu.

29 September 2010
Agenda persidangan lanjutan kasus Blowfish. Agenda ini bertepatan juga dengan agenda persidangan perdana mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji dalam dua perkara suap dan korupsi masing-masing menerima suap dalam penanganan kasus Arowana dan perkara korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat tahun 2008.

Pukul 09.00 Sebanyak dua SSK polisi Samapta dan Antihuru-hara disiapkan oleh kepolisian lengkap dengan tameng dan helm pelindungnya guna mengamankan dan mengantisipasi terjadinya kembali aksi kerusuhan pengunjung sidang Blowfish. Pengunjung sidang Blowfish dan Susno sudah mulai terlihat mendatangi Pengadilan Negeri.

Pukul 10.30 Susno tiba di Pengadilan dengan pengawalan ketat. Kericuhan terjadi kala pemburu berita mencoba mengabadikan kedatangan dan sidang perdana mantan Kapolda Jawa Barat itu. Satu kaca nako ruang pos bantuan hukum Ikadin di pengadilan pecah karena kericuhan.

Pukul 11.00 Susno dihadapkan ke persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan. Ruang sidang utama dipenuhi pengunjung, keluarga Susno, dan awak media. Di sisi lain, pengunjung sidang Blowfish berkeliaran mulai memenuhi lokasi persidangan.

Pukul 12.00 Susno selesai melalui persidangan perdananya. Kericuhan kembali terjadi saat pemburu media berlomba mengabadikan dirinya dan memintai tanggapannya seputar dakwaan jaksa. Ibunda Susno, Mardiyah, dan keluarga besar Susno pun turut terseret desak-desakan dan aksi dorong yang mewarnai kericuhan.

Pukul 13.00 Aksi kerusuhan mulai pecah di antara kedua kubu "Blowfish" di luar area pengadilan, tepatnya di Jl Ampera Raya, di depan PN Jakarta Selatan. Kericuhan diduga bermula dari isu di antara kedua kelompok. Beredar kabar, salah satu kelompok mendatangi pengadilan dengan menumpang Kopaja jurusan Tanah Abang-Blok M guna melakukan aksi penyerangan lanjutan terhadap salah satu kelompok sebagai imbas dari kerusuhan sidang sebelumnya.

Salah satu kelompok yang mendengar isu itu menghampiri kelompok satunya dan berusaha menghadang kelompok lawan mereka di sekitar Jl Ampera sebelum sampai di depan Pengadilan. Badan bus Kopaja 608 yang diisukan ditumpangi lawan mereka itu pun menjadi sasaran amuk. Kaca dan kursi hancur karena dipukul dengan kayu dan batu. Beberapa orang juga terlihat menggoyang-goyangkan bus tersebut, sedangkan sebagian lain berniat membakar bus dengan memantik korek. Bus yang terparkir di depan toko buah Total Fresh tersebut terus menjadi bulan-bulanan massa. Namun, rencana membakar bus tersebut kemudian dibatalkan karena sebagian orang berusaha menghalangi hal tersebut.
Aksi saling pukul dan lempar batu pun mulai terjadi di antara kedua kubu. Suasana mencekam. Warga dan pengguna jalan yang melintas dengan kendaraan ketakutan. Lalu lintas yang sebelumnya sudah macet menjadi tambah macet. Tembakan peringatan dan tembakan lainnya mulai terdengar bersahut-sahutan. Parang dan pedang tergenggam saling terayun dari masing-masing anggota kelompok ke arah masing-masing anggota kelompok lawan. Di antara mereka juga diketahui membawa senjata api. Seorang lelaki tampak terkapar di tengah jalan. Darah berlinang di tubuhnya.

Pukul 14.00 Personel kepolisian Antihuru-hara tambahan dari Polres Jakarta Pusat datang. Disusul oleh kedatangan satu ambulans PMI Jakarta Selatan dan beberapa mobil polisi lainnya. Korban kerusuhan mulai dievakuasi satu demi satu setelah sebelumnya sempat terabaikan karena tidak ada petugas medis.

Pukul 14.50 Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Raffli Amar mendatangi lokasi. Kapolda Metro Jaya Irjen Timur Pradopo menyusul datang meninjau lokasi. Boy melansir, tiga orang menjadi korban tewas akibat bentrok dan lebih dari sepuluh orang luka-luka


Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2010/09/29/15500010/Inilah.Kronologi.Bentrok.di.PN.Jaksel

Panduan pendamping pasien sakaratul maut

Panduan bagi pasien sakaratul maut
Bimbingan rohani pasien merupakan bagian integral dari bentuk pelayanan kesehatan dalam upaya pemenuhan kebutuhan bio-Psyco-Socio-Spritual ( APA, 1992 ) yang komprehensif, karena pada dasarnya setiap diri manusia terdapat kebutuhan dasar spiritual ( Basic spiritual needs, Dadang Hawari, 1999 ).
Pentingnya bimbingan spiritual dalam kesehatan telah menjadi ketetapan WHO yang menyatakan bahwa aspek agama ( spiritual ) merupakan salah satu unsur dari pengertian kesehataan seutuhnya (WHO, 1984). Oleh karena itu dibutuhkan dokter, terutama perawat untuk memenuhi kebutuhan spritual pasien.

Perawat memiliki peran untuk memenuhi kebutuhan biologis, sosiologis, psikologis, dan spiritual klien. Akan tetapi, kebutuhan spiritual seringkali dianggap tidak penting oleh perawat. Padahal aspek spiritual sangat penting terutama untuk pasien yang didiagnosa harapan sembuhnya sangat tipis dan mendekati sakaratul maut dan seharusnya perawat bisa menjadi seperti apa yang dikemukakan oleh Henderson, “The unique function of the nurse is to assist the individual, sick or well in the performance of those activities contributing to health or its recovery (or to a peaceful death) that he would perform unaided if he had the necessary strength will or knowledge”,maksudnya perawat akan membimbing pasien saat sakaratul maut hingga meninggal dengan damai.

Biasanya pasien yang sangat membutuhkan bimbingan oleh perawat adalah pasien terminal karena pasien terminal, pasien yang didiagnosis dengan penyakit berat dan tidak dapat disembuhkan lagi dimana berakhir dengan kematian, seperti yang dikatakan Dadang Hawari (1977,53) “orang yang mengalami penyakit terminal dan menjelang sakaratul maut lebih banyak mengalami penyakit kejiwaan, krisis spiritual,dan krisis kerohanian sehingga pembinaan kerohanian saat klien menjelang ajal perlu mendapatkan perhatian khusus”. Sehingga, pasien terminal biasanya bereaksi menolak, depresi berat, perasaan marah akibat ketidakberdayaan dan keputusasaan. Oleh sebab itu, peran perawat sangat dibutuhkan untuk mendampingi pasien yang dapat meningkatkan semangat hidup klien meskipun harapannya sangat tipis dan dapat mempersiapkan diri pasien untuk menghadapi kehidupan yang kekal.

Dalam konsep islam, fase sakaratul maut sangat menentukan baik atau tidaknya seseorang terhadap kematiannya untuk menemui Allah dan bagi perawat pun akan dimintai pertanggungjawabannya nanti untuk tugasnya dalam merawat pasien di rumah sakit. Dan fase sakaratul maut adalah fase yang sangat berat dan menyakitkan seperti yang disebutkan Rasulullah tetapi akan sangat berbeda bagi orang yang mengerjakan amal sholeh yang bisa menghadapinya dengan tenang dan senang hati.
Ini adalah petikan Al-Quran tentang sakaratul maut,,
” Datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya.”(QS.50:19).
“ Alangkah dahsyatnya ketika orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut.” (QS. 6:93)
Dalam Al-hadits tentang sakaratul maut..
Al-Hasan berkata bahwa Rasulullah SAW pernah mengingatkan mengenai rasa sakit dan duka akibat kematian. Beliau bertutur, “Rasanya sebanding dengan tiga ratus kali tebasan pedang.” (HR.Ibn Abi ad-Dunya)

Begitu sakitnya menghadapi sakaratul maut sehingga perawat harus membimbing pasien dengan cara-cara,seperti ini:

1. Menalqin(menuntun) dengan syahadat

Sesuai sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Talqinilah orang yang akan wafat di antara kalian dengan, “Laa illaaha illallah”. Barangsiapa yang pada akhir ucapannya, ketika hendak wafat, ‘Laa illaaha illallaah’, maka ia akan masuk surga suatu masa kelak, kendatipun akan mengalami sebelum itu musibah yang akan menimpanya.” Perawat muslim dalam mentalkinkan kalimah laaillallah dapat dilakukan pada pasien muslim menjelang ajalnya terutama saat pasien akan melepaskan nafasnya yang terakhir sehingga diupayakan pasien meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

Para ulama berpendapat,” Apabila telah membimbing orang yang akan meninggal dengan satu bacaan talqin, maka jangan diulangi lagi. Kecuali apabila ia berbicara dengan bacaan-bacaan atau materi pembicaraan lain. Setelah itu barulah diulang kembali, agar bacaan La Ilaha Illallha menjadi ucapan terakhir ketika menghadapi kematian. Para ulama mengarahkan pada pentingnya menjenguk orang sakaratul maut, untuk mengingatkan, mengasihi, menutup kedua matanya dan memberikan hak-haknya." (Syarhu An-nawawi Ala Shahih Muslim : 6/458)

Ciri-ciri pokok pasien yang akan melepaskan nafasnya yang terakhir, yaitu :

1. penginderaan dan gerakan menghilang secara berangsur-angsur yang dimulai pada anggota gerak paling ujung khususnya pada ujung kaki, tangan, ujung hidung yang terasa dingin dan lembab,
2. kulit nampak kebiru-biruan kelabu atau pucat.
3. Nadi mulai tak teratur, lemah dan pucat.
4. Terdengar suara mendengkur
disertai gejala nafas cyene stokes.
5. Menurunnya tekanan darah, peredaran darah perifer menjadi terhenti dan rasa nyeri bila ada biasanya menjadi hilang. Kesadaran dan tingkat kekuatan ingatan bervariasi tiap individu. Otot rahang menjadi mengendur, wajah pasien yang tadinya kelihatan cemas nampak lebih pasrah menerima.
2. Hendaklah mendo’akannya dan janganlah mengucapkan dihadapannya kecuali kata-kata yang baik

Berdasarkan hadits yang diberitakan oleh Ummu Salamah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.

Artinya : “Apabila kalian mendatangi orang yang sedang sakit atau orang yang hampir mati, maka hendaklah kalian mengucapkan perkataan yang baik-baik karena para malaikat mengamini apa yang kalian ucapkan.” Maka perawat harus berupaya memberikan suport mental agar pasien merasa yakin bahwa Allah Maha Pengasih dan selalu memberikan yang terbaik buat hambanya, mendoakan dan menutupkan kedua matanya yang terbuka saat roh terlepas dari jasadnya.

3. Berbaik Sangka kepada Allah

Perawat membimbing pasien agar berbaik sangka kepada Allah SWT, seperti di dalam hadits Bukhari“ Tidak akan mati masing-masing kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah SWT.” Hal ini menunjukkan apa yang kita pikirkan seringkali seperti apa yang terjadi pada kita karena Allah mengikuti perasangka umatNya

4. Membasahi kerongkongan orang yang sedang sakaratul maut

Disunnahkan bagi orang-orang yang hadir untuk membasahi kerongkongan orang yang sedang sakaratul maut tersebut dengan air atau minuman. Kemudian disunnahkan juga untuk membasahi bibirnya dengan kapas yg telah diberi air. Karena bisa saja kerongkongannya kering karena rasa sakit yang menderanya, sehingga sulit untuk berbicara dan berkata-kata. Dengan air dan kapas tersebut setidaknya dapat meredam rasa sakit yang dialami orang yang mengalami sakaratul maut, sehingga hal itu dapat mempermudah dirinya dalam mengucapkan dua kalimat syahadat. (Al-Mughni : 2/450 milik Ibnu Qudamah)

5. Menghadapkan orang yang sakaratul maut ke arah kiblat

Kemudian disunnahkan untuk menghadapkan orang yang tengah sakaratul maut kearah kiblat. Sebenarnya ketentuan ini tidak mendapatkan penegasan dari hadits Rasulullah Saw., hanya saja dalam beberapa atsar yang shahih disebutkan bahwa para salafus shalih melakukan hal tersebut. Para Ulama sendiri telah menyebutkan dua cara bagaimana menghadap kiblat :

1. Berbaring terlentang diatas punggungnya, sedangkan kedua telapak kakinya dihadapkan kearah kiblat. Setelah itu, kepala orang tersebut diangkat sedikit agar ia menghadap kearah kiblat.
2. Mengarahkan bagian kanan tubuh orang yang tengah sakaratul maut menghadap ke kiblat. Dan Imam Syaukai menganggap bentuk seperti ini sebagai tata cara yang paling benar. Seandainya posisi ini menimbulkan sakit atau sesak, maka biarkanlah orang tersebut berbaring kearah manapun yang membuatnya selesai.



WARNING ALERT

Sebagian orang terbiasa membaca Al-Qur’an didekat orang yang sedang menghadapi sakaratul maut dengan berdasarkan pada hadits :

“bacalah surat Yaasiin untuk orang-orang yang meninggal dunia”

Dan hadits :

“tidak ada seorang manusia yang mati, kemudian dibacakan surat yaasiin untuknya, kecuali Allah mempermudah segala urusannya”

Padahal kedua hadits tersebut dianggap sebagai hadits dha’if, tidak boleh memasukkannya kedalam kitab Hadits.

Bahkan, Imam Malik telah mengatakan bahwa hokum membaca Al-Qur’an disisi mayat adalah makruh. Dalam Kitabnya ‘Syarhu As-Syaghiir’(1/220):,”Dimakruhkan membaca salah satu ayat dalam al-qur’an ketika datang kematian. Karena, tindakan tersebut tidak pernah dilakukan oleh para salafus shalih. Sekalipun, semua itu diniatkan sebagai do’a, memohon ampun, kasih sayang dan mengambil pelajaran,”.

Pengkajian Terhadap Reaksi Kematian dan Kehilangan ; Berduka Cita
• Karakteristik dari duka cita :
- Individu mengalami kesedihan dan merupakan reaksi dari shock dan keyakinannya terhadap kehilangannya.
- Merasa hampa dan sedih.
- Ada rasa ketidak nyamanan, misalnya rasa tercekik dan tertekan pada daerah dada.
- Membayangkan yang telah meninggal, merasa berdosa.
- Ada kecenderungan mudah marah.
• Tingkatan dari duka cita :
- Shock dan ketidak yakinan, karena salah satu anggota keluarga akan meninggal, bahkan menolak seolah-olah masih hidup.
- Berkembangnya kesadaran akan kehilangan dengan perilaku sedih, marah pada diri sendiri atau pada orang lain.
- Pemulihan, dimana individu sudah dapat menerima dan mau mengikuti upacara keagamaan berhubungan dengan kematian.
- Mengatasi kehilangan yaitu dengan cara mengisi kegiatan sehari – hari atau berdiskusi dengan orang lain mengenai permasalahannya.
- Idealisasi, dimana individu menyesal karena kurang memperhatikan almarhum selama masih hidup dan berusaha menekan segala kejelekan dari almarhum.
- Keberhasilan, tergantung dari seberapa jauh menilai dari obyek yang hilang, tingkat ketergantungan kepada orang lain, tingkat hubungan sosial dengan orang lain dan banyaknya pengalaman kesedihan yang pernah dialami.

Gempa Menggoyang Maluku

Gempa lagi-lagi mengguncang wilayah Tanai Air. Kali ini gempa 6,5 skala richter (SR) mengguncang daerah Tual, Maluku.

Berdasarkan informasi yang detikcom himpun dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Minggu (26/9/2010), gempa terjadi pukul 19.12 WIB.

Lokasi gempa berada di 5.34 lintang selatan dan 133,95 bujur timur atau 138 kilometer timur laut Tual, Maluku.

Gempa berada di kedalaman 59 kilometer di bawah laut.

Belum ada informasi adanya korban jiwa atau kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Sumber : Detik.com

Inilah Daftar DPO Teroris POLRI


Kapolri Akan Libatkan Pasukan Khusus TNI

JAKARTA - Polisi rupanya tak boleh meremehkan kekuatan jaringan teroris di Indonesia. Meski para tokoh kunci seperti Noordin M. Top, Dulmatin, dan Dr Azhari sudah tewas ditembak, sel-sel teroris di negeri ini masih berbahaya. Bahkan, dari pengakuan para tersangka yang ditangkap di Medan, kelompok tersebut sudah bersiap mendatangkan bala bantuan dari luar negeri.

Mereka akan mengundang para gerilyawan mujahidin Iraq dan Afghanistan yang terlatih berperang kota untuk ''berjihad'' di Indonesia. ''Mereka sudah melakukan kontak (dengan pihak asing). Itu pengakuan mereka. Strategi yang digunakan persis di wilayah-wilayah Iraq, Afghanistan, dan Pakistan. Yakni, gerilya di perkotaan,'' ujar Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) di Ruang Rupatama Mabes Polri Jakarta kemarin (24/9).

BHD yang kemarin mengenakan seragam lengkap itu didampingi Kabareskrim Komjen Ito Sumardi yang berbaju batik. Kelompok perampok Bank CIMB Niaga Medan dan penyerang Polsek Hamparan Perak juga sudah berkomunikasi dengan jaringan di luar Sumatera. ''Serangan (ke polsek) itu merupakan kode, isyarat untuk asykari (kelompok militer) mereka di daerah lain,'' jelas alumnus Akpol 1974 tersebut.

Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, jaringan itu mempunyai dukungan dana dan hubungan dengan organisasi serupa di luar negeri. ''Caranya sama, yakni menciptakan chaos sehingga ada delegitimasi pemerintahan. Wibawa negara jatuh dan mereka mengambil alih,'' katanya.

Tersangka teroris ditangkap di Medan dan ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua:

1. Jumirin alias Sobirin alias Abu Azam
2. Khairul Gazali alias Abu Yasin
3. Anton Sujarwo alias Supriyadi
4. Kasman Hadiyaono
5. Agus Sunyoto alias Gaplek
6. Bagas alias Deri
7. Nibras alias Arab alias Amir
8. Suraji alias Agus Iwan
9. Fero Risky Adrian alias Eki
10.Dicky Ilvan Alidin
11.Jaja Miharja alias Syafrizal

Tersangka teroris meninggal dunia dan masih di RS Polri, Jakarta Timur:

1. Dani alias Ajo
2. Yuki Wantoro alias Rozak
3. Ridwan alias Iwan

Tersangka teroris luka dirawat di RS Polri, Jakarta Timur:

1. Marwan alias Waknong alias Wak Geng
2. Suryo Saputro alias Umar alias Siam
3. Beben Khairul Rizal alias Abah alias Abu Jihad alias Ijal.

Tersangka teroris ditangkap di Lampung:

1. Hendri Susanto
2. Heri Kuswanto alias Ari
3. Wahono alias Bawor
4. Abdul Haris Munandar alias Aris


Saat ini, polisi terus mengejar salah seorang warga asing berkebangsaan Prancis bernama Frederic Jean Salvi. Dia diduga menjadi penghubung untuk mendatangkan para gerilyawan asing dari Iraq dan Afghanistan. Frederic yang akrab disapa Ali itu juga memberikan sebuah mobil Mitsubishi Gallant yang akan digunakan untuk melakukan serangan pengeboman di Cibiru, Bandung.

Sebelumnya, seorang warga Arab Saudi bernama Ali Abdullah juga disangka membantu teroris Syaifuddin Zuhri (tewas) dalam pengeboman JW Marriott dan Ritz-Carlton. Namun, di pengadilan, dia hanya divonis pelanggaran imigrasi.

Menurut BHD, jalur-jalur senjata dan amunisi teroris juga dimungkinkan berasal dari luar negeri. Misalnya, Moro di Filipina Selatan atau perbatasan darat Indonesia-Malaysia. Saat ini, anggota Densus 88 juga ditugaskan untuk melacak orang sekaligus jalur senjata tersebut di luar negeri. ''Anak-anak bekerja tanpa istirahat, tak pernah berhenti,'' ungkapnya.

BHD memastikan bahwa seluruh komando jaringan tersebut sekarang dipegang Abu Tholut, mantan ketua mantiki III (wilayah) Jamaah Islamiyah. Alumnus kamp Afghanistan itu menguasai teknik perang gerilya kota atau urban guerilla warfare. ''Dia itu sangat-sangat berbahaya,'' tegasnya sembari meminta Kadivhumas Irjen Iskandar Hasan menunjukkan foto Tholut kepada wartawan.

Polri menyatakan siap bekerja sama dengan TNI untuk memerangi kelompok tersebut. ''Dalam striking force (pasukan penyerang) nanti, kami libatkan Denjaka, Denbravo, dan Gultor dari Kopassus,'' katanya. Denjaka adalah pasukan khusus TNI-AL, Denbravo (pasukan khusus TNI-AU), dan Gultor (pasukan khusus dari Kopassus TNI-AD).

Pernyataan BHD soal kerja sama itu merupakan ucapan resmi pertama soal keterlibatan TNI dalam penanggulangan teror. Selama ini, sejak terorisme marak pada 2000, TNI selalu duduk manis. Mereka tak pernah sekalipun dilibatkan, apalagi saat penyerangan.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos, beberapa jam setelah ada pernyataan Kapolri soal keinginan melibatkan TNI, Komandan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI Mayjen Geerhan Lantara sudah berada di Medan, Sumatera Utara.

BHD juga menjelaskan, kelompok teroris terlatih itu memang punya agenda melakukan assassination (pembunuhan) secara mendadak dan menunggu kelengahan aparat. ''Sasarannya adalah pos-pos TNI dan polisi yang sepi dan jauh dari permukiman,'' katanya.

Mereka mempunyai doktrin yang menghalalkan darah para polisi karena dianggap thaghut (lawan) yang sah untuk diperangi. ''Perampokan bagi mereka juga halal sebagai cara mencari dana,'' ujarnya.

Kelompok tersebut juga merekrut para pemuda dan preman serta mantan-mantan bandit di penjara. Tujuannya, selepas dari penjara, mereka mau bergabung. ''Sebagian pelaku di Medan adalah residivis kasus pidana umum,'' jelasnya.

Kapolri meminta masyarakat menghargai kinerja Densus 88. Dia membantah anak buahnya melanggar hak asasi manusia (HAM). ''Kejahatan terorisme berbeda dari tindak pidana umum. Jika diperlakukan sama, misalnya mengajak RT setempat (sebelum menangkap), bisa-bisa sudah habis (polisi) diserang duluan,'' tegasnya.

Sejak 2000, sebanyak 563 teroris telah diajukan ke pengadilan, 44 tewas ditembak, dan 10 orang bunuh diri. Menurut BHD, saat ini sedang berlangsung sidang 66 teroris yang dibagi dalam 33 berkas perkara terorisme. Para terdakwa itu merupakan hasil penggerebekan oleh Densus 88 Antiteror di Aceh.

Di antara 563 teroris yang diadili, lanjut Kapolri yang sebentar lagi pensiun itu, 471 terdakwa telah dijebloskan ke penjara. Namun, 245 di antaranya sudah bebas. ''Yang sudah bebas itu menjadi warning kita semua. Sebab, yang militan akan kembali bergabung dengan kelompok mereka,'' katanya.

Di tempat terpisah, pengamat terorisme Noor Huda Ismail menilai, langkah Polri menggandeng TNI bisa membuat blunder karena dianggap sebagai tantangan bagi kelompok itu. ''Istilahnya, lu jual gua beli,'' ujar alumnus St Andrew University Skotlandia itu.

Dia menjelaskan, sebenarnya pola serangan menembak polisi dan merampok dilakukan kelompok teroris itu sejak lama. Misalnya, pada 2005, sempalan anggota Kompak di bawah komando Asep Djaja menyerang pos Brimob di Loki, Seram. Dalam wawancara, Asep menjelaskan bahwa aksi mereka didasari keinginan untuk qishos (membalas) aparat kepolisian yang, menurut dia, lebih berpihak kepada kelompok lawan mereka ketika konflik komunal di Ambon terjadi.

Lalu, 2002, jaringan Imam Samudra merampok toko emas di Serang untuk mendanai aksi bom Bali pertama. Pada tahun yang sama, Abu Tholut sudah berencana merampok mobil pemerintah daerah Poso yang membawa uang. Namun, rencana itu ditolak salah seorang anggota senior kelompok Tholut. Juli 2003, Tholut ditangkap dan rencana perampokan diteruskan oleh anak buahnya. ''Ini sebenarnya hanya mengulangi pola lama,'' katanya.

Di bagian lain, untuk mencegah penyakit kambuhan narapidana teroris, dalam waktu dekat Kemenkum HAM menyiapkan pembinaan khusus bagi terpidana kasus kejahatan tersebut. ''Saya kira, untuk teroris, perlu kita pikirkan dengan cara tersendiri. Itu yang sedang saya pikirkan karena saya juga baru tahu Abu Tholut. Tampaknya, terapi kita memang belum mantap,'' papar Menkum HAM Patrialis Akbar di kantornya kemarin.

Dia menuturkan, selama ini pihaknya melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) sudah memberikan pembinaan yang cukup kepada para narapidana terorisme. Para napi tersebut telah diberi pemahaman kewarganegaraan agar konsep agama yang terdistorsi bisa diluruskan. ''Katakan dia seorang muslim. Perintah di Alquran kan jelas, tidak boleh bunuh orang,'' ujarnya.

Sumber : Okezone

Sehari 2 Motor Lenyap

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tampaknya perlu mendapatkan perhatian serius dari kapolres baru. Pasalnya sampai sekarang ini, kasus pencurian motor masih meraja lela. Terakhir, dua motor hilang hilang sekaligus pada Kamis (23/9) lalu.

Pencurian pertama menimpa Rokinung, 22 asal Dusun Gading, Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon. Pencurian terjadi di pinggir Jl A. Yani Kelurahan Ploso, Nganjuk. "Pencuriannya sekitar pukul 08.30," ungkap Kasubag Humas Polres Nganjuk AKP Karjadi.

Awalnya pagi itu korban berangkat kerja di kantornya di WOM Finan ce. Korban diketahui membawa sepeda motor Honda Supra X 125 AG 4869 WJ warna hitam. Sampai di kantor, korban memarkirnya di depan untuk kemudian di tinggal masuk ke dalam kantor. "pengakuan korban saat itru sedang ada rapat," terang Karjadi menirukan keterangan Rokinung.

Pencurian diketahui sekitar pukul 10.00. Saat itu korban sedang keluar. Sampai di tempat parkir motor, korban kaget mengetahui motornya sudah raib. Sempat berusaha mencari, motor tersebut tak juga ditemukan. Yakin motornya dicuri, korban melaporkannya ke Polsek Nganjuk. Laporan tersebut ditindak lanjuti petugas ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)

Sore harinya, pencuri giliran beraksi di di Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot. Kali ini yang menjadi korbannya adalah Mua'alam, 38 warga setempat. "Pencuriannya diketahui sekitar pukul 18.30," terang Karjadi. Peristiwa bermula saat korban bersama istrinya, Masrukah, 35, hendak menghadiri undangan pernikahan di rumah salah seorang warga.

Keduanya berangkat dengan mengendarai motor Honda Supra X 125 AG 2172 WN. Sesampainya di lokasi, korban lalu memarkir motornya di pinggir jalan. "Motornya diparkir di belakang terop, jadi tidak terpantau pandangan," kata AKP Karjadi.

Selanjutnya mereka masuk ke dalam berbaur dengan tamu lainnya. Pencurian diketahui saat keduanya hendak pulang ke rumah. Ketika keluar, mereka kaget saat mengetahui motornya sudah amblas. Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke Polsek Ngronggot.

Atas dua kejadian tersebut, Karjadi menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat memarkir motornya. "Usahakan motor selalu dikunci ganda," himbaunya. Selain itu dia mengingatkan agar saat memarkir motor di tempatkan di lokasi senantiasa bisa terlihat. (dp/ery)

Awas Curanmor!!

TKP Korban Motor

Jl. A Yani Nganjuk Rokinung, 22 Sonoageng, PrambonSupra 125 AG 4869 WJ

Jl Kelutan, Ngronggot Mua'alam, 38 Kelutan, NgronggotSupra X 125 AG 2172 WN

sumber : http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=showpage&rkat=9

Lirik Tombo Ati

Tombo Ati iku limo perkorone
Kaping pisan moco Qur’an lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe

Salah sawijine sopo iso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani

Obat Hati ada lima perkaranya
Yang pertama baca Qur’an dan maknanya
Yang kedua sholat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perbanyaklah

Salah satunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Gusti Allah mencukupi

Foto Binatang Serang Orang


 


Sumber : http://terselubung.blogspot.com/2010/09/10-alasan-binatang-menyerang-manusia.html

Stoner wins Moto GP's Aragon

Stoner wins Moto GP's Aragon GP from pole


Casey Stoner won Moto GP's Aragon Grand Prix from pole position on Sunday aead of Dani Pedrosa of Honda.

The Australian rider won for the first time since last season's Malaysian GP.

Spain's Pedrosa continued his chase of overall leader Jorge Lorenzo of Yamaha, who finished fourth after starting second.

Stoner's Ducati teammate Nicky Hayden passed Lorenzo on the final la to finish third.

Moto GP paid its respects to Moto2 rider Shoya Tomizawa, who was killed when he fell and was hit by two trailing bikes in San Marino two weeks ago. All riders across each racing category wore a patch featuring Tomizawa's No. 48, which was retired from Moto2 racing in honor of the Japaneserider.

SBY orders protection

SBY orders protection of abused immigrant in Penang hospital

President Susilo Bambang Yudhoyono has ordered Dai Bachtiar, the Indonesian Ambassador to Malaysia, to watch over migrant worker Winfaedah during her treatment at Penang Hospital after she was allegedly abused by her employers.

“The victim needs assistance during her health treatment and legal processing,” international affairs presidential aid Teuku Faizasyah said Sunday, as quoted by Antara.

Yudhoyono had also directly communicated with Winfaedah, Faizasyah said, adding that the President had told him about the abuse that she endured at the hands of her employers.

Winfaedah, 26, an immigrant worker from Lampung, had been physically and sexually abused by her employers. She was found dumped on a roadside last Monday.

The perpetrators were arrested by Malaysian police last Friday.

Furniture fit for animals & Transformable Furniture

If you're looking, you can certainly find furniture that is meant for humans and can accommodate pets. We do wish there was more of that, but there are certain choices in upholstery that work well when you have dogs or cats. Then you have tables like this one from Den Haus that can be shared with animals.
I do agree that when you look for furniture meant for pets alone, not all of it is aesthetically pleasing. If aesthetics do matter, you may be better off building or repurposing your pet furniture yourself. Take a look at this slide show from New York Times for some ideas.

Transformable Furniture

If furniture can be interactive , why can't it be transformable as well?

Well, a lot of furniture is transformable to some degree. For instance, changeable panels on children's furniture let you transform the way it looks. And then of course you have sleeper sofas that let you transform the function.

But designer Michael Jantzen has gone a bit further with his Transformation Table and Chair. Go take a look at how you can change the look or function of a piece simply by turning knobs. When you get to his page, click on Things and follow the link for Transform Furniture.

Different fabrics in solid color or print are connected together on rolls that go through the frames from one end to the other to transform each piece. The consumer can modify the table and chair easily for a fresh look. The designer feels that this is a sustainable option can help the earth by using fewer resources.

Give France 4-0 lead over Argentina Simon wins

Simon wins to give France 4-0 lead over Argentina
Gilles Simon beat Eduardo Schwank 7-6 (5), 6-7 (6), 6-3 as France cruised into a 4-0 lead against Argentina in their Davis Cup semifinal.

With a place in the final already secured after victory in Saturday's doubles gave the French an unassailable 3-0 lead, captain Guy Forget rested Gael Monfils for Sunday's reverse singles and chose Simon instead.

Simon did not face a single break point and closed out the match on serve after breaking Schwank's serve for the first time in the eighth game of the final set.

France could complete a 5-0 rout if Arnaud Clement beats Horacio Zeballos in the final rubber later Sunday.

France plays either the Czech Republic or Serbia in the Dec. 3-5 final.

The Fastest Piece of Furniture

Guinness World Record for the Fastest Piece of Furniture

he Guinness world record for the fastest piece of furniture is now quite possibly held by a dining table.

If Guinness certifies it, the dining table will break the world record currently held by a sofa. That record was set in 2007 when the sofa was driven at 92 mph. Did you even know there was a Guinness world record for the fastest piece of furniture?


Perry Watkins of England spent about a year designing this table/vehicle which he appropriately calls "Fast Food" and drove it at an average speed of around 113.8 mph. The Telegraph reported him saying that it felt more like 200 m.p.h. Powered by a 1994 Reliant Scimitar Sabre and a nitrous oxide kit, the dining table is not the only unusual vehicle designed by Mr. Watkins. who holds of the record for the world's lowest car, and also quite possibly the smallest car ever built.

In case you are wondering, it was a Queen Anne style table, complete with lace tablecloth and a silver service.

Naga berkaki enam

Di hari Raya pertama Idul Fitri 1431 H, Masyarakat Toboali dihebohkan dengan penemuan tulang rangka yang di issuekan sebagai seekor “Naga berkaki enam”. Konon katanya panjangnya mencapai ratusan meter. Untuk mengobati rasa penasaran, kami datang langsung kelokasi penemuan. Nah, untuk semuanya yang pernah/belum mendengar tent...ang berita tersebut, kami berbagi berita berupa Fhoto dan sekilas info tentang “ Mistery Naga “.

1. Lokasi Kerangka Tulang Di Desa Limus, dari Toboali arah utara melewati daerah transmigrasi, jaraknya ± 15 km. Disimpan di rumah seorang nelayan setempat sebagai sang penemu “Naga”. Menurut beliau Kerangka tersebut ditemukan pada hari kelima bulan Puasa 1431 H dilaut pada kedalam ± 3m didepan muara sungai Nyire. Saat ditemukan terlihat ada semacam pukat yang tersangkut pada sesuatu yang tersembul di atas permukaan air. Setelah didekati dan ditusuk-tusuk dengan ujung dayung ternyata itu adalan kerangka tulang yang posisinya melengkung seperti bulan sabit. Seterusnya Kerangka tersebut diambil dengan angkutan perahu, Untuk kerangka bagian kepala diperlukan tenaga 15 orang untuk mengangkatnya.

2. Menurut penuturan sang penemu pada saat terlihat pertama yang berupa pukat dan sesuatu yang menonjol, itu adalah bulu2 dan tanduk pada kepala kerangkan tersebut. Bulu2 tersebut seperti layaknya rumbai bulu pada kepala seekor kuda. Benda tersebut tidak ada di fhoto lantaran menurut sang penemu, setelah benda tersebut yang sebelumnya telah dilihat oleh Bapak Bupati Basel tidak diperlihatkan lagi pada umum.


3. Sebagai yang telah melihat langsung kerangka tersebut dapat kami beri gambaran, lingkar badan “mahluk” tersebut berkisar ± 2 m dengan panjang badan ± 15 meter. Dilihat dari bentuk kerangka kepala mengarah kepada bentuk seeokor ikan paus.Hanya pada tulang ekor yang masih terdapat sisa daging yang menempel, pada bagian tulang yang lain bersih dan berwarna putih kusam.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5282891